Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading.
Samarinda – Peran pelatih dalam meningkatkan kemampuan fisik dan teknis atlet menjadi krusial di Training Camp (TC) Kontingen Kaltim yang tengah berlangsung di Kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) di Kendari, pelatih tak hanya berfokus pada fisik dan teknik, tetapi juga mengoordinasikan kerja tim dan dukungan dari staf pendukung.
Pelatih fisik dan teknis yang ditugaskan pada TC ini diharapkan bisa saling melengkapi. Menurut Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, TC yang berlangsung mulai Senin, 28 Oktober 2024 ini menjadi kesempatan penting untuk mempersiapkan 156 kontingen yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial.
Rasman menyebutkan, keikutsertaan Kaltim dalam Pra POPNAS kali ini menyasar delapan cabang olahraga, yaitu bola voli, sepak bola, bulu tangkis, tenis lapangan, sepak takraw, tinju, pencak silat, dan basket.
“Kami melakukan seleksi ketat di 10 kabupaten kota yang menghasilkan kontingen tanpa dominasi dari klub-klub tertentu,” ungkap Rasman, pada Senin (4/11/2024).
Dengan usia rata-rata atlet yang masih 17 tahun atau kelahiran 2007, pelatih fisik bekerja keras untuk memastikan mereka mencapai puncak kebugaran. Pelatih teknis juga fokus pada strategi dan peningkatan keterampilan khusus untuk tiap cabang olahraga. TC kali ini bukan hanya tempat latihan, tetapi juga ajang evaluasi bagi para atlet, agar Kaltim bisa berkompetisi dengan performa maksimal di ajang nasional.
Menurut Rasman, dukungan tim yang solid, termasuk pelatih fisik dan teknis, serta koordinasi dari tim pendukung lainnya, sangat menentukan keberhasilan para atlet.
“Makanya kami minta ada pelatih fisik dan teknis, bahkan dilengkapi dengan tim-tim lainnya,” pungkasnya. (ADV Dispora Kaltim)
