Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Turunnya Minat Generasi Muda Terhadap Profesi Guru

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain.(ist)

Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menyuarakan keprihatinannya terhadap fenomena menurunnya minat generasi muda untuk menjadi guru.

Ia menilai bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah ketidakcocokan antara gaji yang diterima dengan besarnya tanggung jawab yang melekat pada profesi tersebut.

“Saat ini, generasi muda cenderung tertarik pada pekerjaan lain, seperti konten kreator atau YouTuber, karena dianggap memiliki potensi penghasilan yang lebih besar,” ungkap Sani pada Kamis (9/5/2024).

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan bahwa banyak anak muda yang lebih memilih profesi yang dianggap lebih menguntungkan secara finansial dan memiliki beban kerja yang lebih ringan dibandingkan profesi guru.

Menurut Sani, tren ini tidak boleh dibiarkan berlanjut, karena dapat berdampak serius pada kekurangan guru di masa depan. Ia menekankan bahwa profesi guru memiliki peran vital dalam membentuk masa depan bangsa melalui pendidikan anak-anak. Oleh karena itu, langkah-langkah konkret perlu diambil untuk meningkatkan daya tarik profesi ini.

“Diperlukan upaya konkret dari pemerintah untuk meningkatkan daya tarik profesi guru agar tetap diminati oleh generasi muda agar tidak mengalami kekurangan guru di masa depan,” tambahnya.

Sani mengusulkan beberapa langkah yang dapat diambil oleh pemerintah untuk mengatasi masalah ini, termasuk peningkatan gaji dan insentif bagi para guru, serta perbaikan kondisi kerja agar profesi ini lebih menarik bagi generasi muda.

Ia juga menyoroti pentingnya memberikan penghargaan dan pengakuan yang layak bagi para guru atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan. Menurutnya, dengan memberikan penghargaan yang sesuai, para guru akan merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk terus berkontribusi dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Dalam menghadapi tantangan ini, Sani mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan profesi guru.

Dengan demikian, diharapkan kualitas pendidikan di Kota Samarinda dapat terus meningkat, dan kebutuhan akan tenaga pengajar yang berkualitas dapat terpenuhi.

Dengan perhatian dan tindakan yang tepat, Sani optimis bahwa profesi guru akan kembali diminati oleh generasi muda, dan masalah kekurangan guru di masa depan dapat diatasi.

“Pendidikan adalah fondasi bagi masa depan bangsa, dan kita harus memastikan bahwa profesi guru tetap menjadi pilihan yang menarik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.(wan/ADV/DPRD SMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *