Foto: Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.(ist)
Integritaskaltim.com, Samarinda — Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengajukan usulan terkait pemerataan insentif bagi guru sekolah inklusi dan percepatan pembangunan fasilitas pendidikan di Samarinda.
Dalam hearing yang diadakan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda pada Rabu (23/6/2024), Deni mengungkapkan adanya kebutuhan mendesak untuk menyeimbangkan insentif bagi para tenaga pendidik.
Deni menjelaskan bahwa dari 300 guru sekolah inklusi di Samarinda, hanya 170 yang saat ini menerima insentif.
“Kami mengusulkan agar semua 300 guru mendapatkan insentif yang layak. Kami berharap agar sisanya juga bisa mendapatkan hak mereka,” ujarnya.
Tak hanya itu, Deni juga mengusulkan agar tenaga pendidik di sekolah swasta yang belum mendapatkan insentif juga menerima tunjangan serupa, sebagai bentuk pemerataan dukungan untuk semua pendidik di Samarinda.
Selain isu insentif, Deni menyoroti perlunya percepatan dalam pengerjaan perbaikan sekolah, khususnya di tingkat SMP dan SD.
“Ada sekitar 20 hingga 30 SMP dan sejumlah SD yang sedang diperbaiki. Kami berharap semua proyek ini dapat diselesaikan sesuai jadwal,” jelasnya.
Deni mendesak agar Disdikbud segera mempercepat proses pembangunan sesuai dengan anggaran yang telah disahkan, agar fasilitas pendidikan dapat digunakan secara optimal.
Harapannya, dengan adanya percepatan dan pemerataan insentif, fasilitas pendidikan di Samarinda dapat ditingkatkan dan dioptimalkan sebelum akhir tahun, memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di kota ini.
“Kami selalu mengingatkan bahwa setelah pengesahan anggaran, proses pembangunan harus segera dimulai. Di bulan kedua awal tahun ini, pekerjaan seharusnya sudah berjalan,” tegasnya.(wan/ADV/DPRD SMD)
