Pelayanan KB Meriahkan Hari Kontrasepsi, Masyarakat Diajak Pilih Kontrasepsi Yang Sesuai

PENAJAM – Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi, Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi masyarakat. Kegiatan pelayanan KB tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Puskesmas Waru dan Puskesmas Penajam.

Kegiatan ini menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kontrasepsi sekaligus memberikan edukasi kepada pasangan usia subur mengenai pentingnya merencanakan keluarga secara matang.

Kepala DP3AP2KB PPU, Jensje Grace Makisurat menjelaskan, pelayanan KB secara khusus kerap dilaksanakan pada berbagai momentum tertentu, termasuk dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi.

“Ini bertepatan dengan Hari Kontrasepsi, jadi kita melakukan pelayanan KB. Kali ini di dua lokasi, Puskesmas Waru dan Puskesmas Penajam” jelasnya.

Menurutnya, pengetahuan masyarakat, khususnya kaum ibu, mengenai kontrasepsi saat ini sudah cukup baik karena sosialisasi terus dilakukan. Tantangan yang masih perlu diperkuat adalah keberanian dan keyakinan masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi yang sesuai.

Ia juga mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Metode ini dinilai dapat menjadi pilihan bagi pasangan yang menginginkan perencanaan kehamilan dalam jangka waktu lebih panjang.

“Sekarang kita menyarankan kontrasepsi yang jangka panjang. Kalau pil bisa lupa, kemudian mungkin efek sampingnya juga lebih banyak. Sama dengan suntik. Jadi kita menyarankan kontrasepsi yang lebih panjang masa pemakaiannya,” ungkapnya.

Beberapa metode kontrasepsi jangka panjang yang dapat menjadi pilihan antara lain IUD atau spiral dan implan, sementara metode kontrasepsi seperti sterilisasi juga dapat dipertimbangkan bagi pasangan dengan kondisi tertentu, seperti memiliki jumlah anak yang sudah banyak atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Pelayanan pada momentum Hari Kontrasepsi ini sekaligus menjadi sarana evaluasi dan edukasi untuk meyakinkan masyarakat agar tidak takut menggunakan kontrasepsi.

“Pesannya jangan takut untuk KB. Dengan kemajuan zaman, tentunya kontrasepsi yang diberikan kepada masyarakat juga semakin baik dengan upaya meminimalkan efek samping,” tambahnya.

Terkait dengan program “Dua Anak Cukup”, ia menilai pesan tersebut masih relevan dalam konteks perencanaan keluarga. Menurutnya, jumlah anak perlu disesuaikan dengan kemampuan keluarga dalam memberikan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya.

“Banyak anak banyak biaya. Apalagi zaman sekarang, semua harga semakin meningkat. Tentunya akan menjadi beban bagi keluarga jika jumlah anak tidak direncanakan dengan baik,” jelasnya.

Ia juga mengimbau pasangan yang baru menikah agar mulai merencanakan kehidupan berkeluarga sejak awal, termasuk menentukan kapan akan memiliki anak serta memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Sementara bagi pasangan yang telah memiliki anak, masyarakat diingatkan agar tidak memilih metode KB hanya berdasarkan pengalaman atau rekomendasi orang lain.

“Jangan misalnya ikut-ikutan sama tetangga atau disarankan sama keluarga. Untuk mengetahui pilihan metode KB yang terbaik, kita harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di pusat pelayanan kesehatan yang terdekat,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Kontrasepsi ini, dirinya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga dan mampu memilih metode kontrasepsi yang aman, tepat, serta sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing. (adv/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *