Kaltim Juara Umum MTQ Nasional XXXI 2026, Raih 288 Poin

Gubernur Kaltim, Rudi Masud saat menerima piala di podium MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah. (Dok. Humas Kemenag RI)

SEMARANG – Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Kafilah Kaltim berhasil mengumpulkan 288 poin, unggul atas Jawa Tengah yang berada di posisi berikutnya dengan 208 poin dan DKI Jakarta dengan 129 poin.

Gelar juara umum tersebut secara resmi diumumkan pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu malam (19/9/2026).

Keberhasilan Kaltim menjadi juara umum sekaligus mengantarkan piala bergilir MTQ Nasional kembali ke Kalimantan Timur. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyerahkan apresiasi atas pencapaian tersebut sekaligus menutup rangkaian pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.

“Piala bergilir kembali ke Kalimantan Timur. Sampai jumpa di MTQ berikutnya di Jakarta,” ujar Nasaruddin.

Capaian 288 poin menempatkan Kaltim di posisi teratas klasemen perolehan nilai MTQ Nasional XXXI. Prestasi tersebut menjadi hasil dari penampilan para anggota kafilah Kaltim dalam berbagai cabang dan golongan yang diperlombakan selama penyelenggaraan MTQ.

Penetapan Kaltim sebagai juara umum menjadi salah satu momen utama dalam penutupan MTQ Nasional XXXI. Setelah seluruh rangkaian perlombaan berakhir dan para juara ditetapkan, piala bergilir MTQ Nasional kembali menjadi milik Kaltim.

Sementara itu, Jawa Tengah sebagai tuan rumah berada di posisi kedua dengan perolehan 208 poin, sedangkan DKI Jakarta menempati posisi ketiga dengan 129 poin.

Penutupan MTQ Nasional XXXI turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Hadir pula Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, para kepala daerah, pejabat Kementerian Agama, alim ulama, Dewan Hakim, serta seluruh kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa berakhirnya MTQ bukan berarti berakhir pula upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Menurutnya, prestasi yang diraih para peserta hendaknya menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan, sehingga kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an tidak berhenti setelah kompetisi selesai.

“Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur’an justru dimulai setelah kemeriahan ini,” tuturnya.

Menag juga menyampaikan sejumlah arah pengembangan MTQ ke depan, mulai dari penguatan pembinaan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, mufasir, penulis hingga kaligrafer secara berkelanjutan.

Selain itu, MTQ diharapkan semakin inklusif dengan memperluas akses bagi penyandang disabilitas, termasuk dalam penyediaan tenaga pengajar, metode pembelajaran, serta fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas.

Penguasaan teknologi juga menjadi perhatian. Generasi Qurani didorong mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, untuk pendidikan dan dakwah dengan tetap menjaga integritas serta nilai moral.

MTQ Nasional juga dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Berdasarkan perhitungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BPS yang disampaikan dalam penutupan, perputaran ekonomi selama pelaksanaan MTQ diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun.

Perputaran tersebut berasal dari berbagai sektor, antara lain perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, UMKM, hingga industri kreatif.

“Ini menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Nasaruddin.

Dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI, Kaltim membawa pulang predikat juara umum sekaligus piala bergilir MTQ Nasional. Sementara penyelenggaraan MTQ Nasional berikutnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 2027. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *