Pemulihan Rumah Warga Terdampak Puting Beliung, BPBD PPU Petakan Kebutuhan Perbaikan di Tiga Kelurahan

Dok. Diskominfo PPU

PENAJAM – Percepatan pemulihan rumah warga pascabencana angin puting beliung menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Untuk memastikan proses perbaikan berjalan sesuai kebutuhan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi rumah warga terdampak di tiga kelurahan, Senin (2/11/2026).

Pemeriksaan tersebut menyasar wilayah Kelurahan Pejala, Saloloang, dan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam. Kegiatan ini difokuskan pada identifikasi tingkat kerusakan bangunan serta pemetaan kebutuhan material yang diperlukan untuk mendukung perbaikan rumah masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pemerintah daerah berupaya memastikan setiap bantuan yang dipersiapkan dapat menjawab kebutuhan warga berdasarkan kondisi kerusakan di lapangan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten PPU, I Gusti Putu Agus Dharma Sutiawan, menjelaskan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan pemeriksaan secara menyeluruh agar proses pemulihan dapat dilaksanakan secara terarah.

Menurutnya, setiap rumah memiliki kondisi kerusakan dan kebutuhan perbaikan yang berbeda. Karena itu, BPBD melakukan pengecekan langsung untuk memperoleh data yang akurat sebelum menentukan kebutuhan material.

“Fokus kami saat ini memastikan kondisi kerusakan rumah warga teridentifikasi dengan baik. Setiap rumah memiliki kebutuhan perbaikan yang berbeda, sehingga material yang dipersiapkan harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan di lapangan,” jelasnya.

Dalam proses tersebut, petugas BPBD bersama aparat kelurahan melakukan pengecekan fisik bangunan, mencatat bagian rumah yang mengalami kerusakan, serta menginventarisasi jenis dan jumlah material yang diperlukan.

Pendekatan ini dilakukan agar penanganan tidak hanya berorientasi pada jumlah rumah terdampak, tetapi juga memperhatikan tingkat kerusakan dan kebutuhan nyata setiap keluarga. Hasil pemeriksaan selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebutuhan bantuan material.

Koordinasi dengan pemerintah kelurahan juga terus diperkuat untuk memastikan seluruh warga terdampak masuk dalam pendataan. Sinergi tersebut penting agar tidak ada kebutuhan masyarakat yang terlewat dalam proses penanganan pascabencana.

BPBD PPU berharap hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar pelaksanaan bantuan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Dengan dukungan penanganan yang terencana, proses perbaikan rumah diharapkan dapat segera dilakukan sehingga warga terdampak bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Melalui langkah rehabilitasi dan rekonstruksi ini, Pemerintah Kabupaten PPU menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana, sekaligus mendorong pemulihan kondisi permukiman secara bertahap dan berkelanjutan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *