SAMARINDA – Arus mudik lebaran Idul Fitri tahun ini dipastikan akan mengalami lonjakan signifikan. Bahkan dari data yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, ada lebih dari 80 juta manusia yang akan melakukan mudik, khususnya di Sumatera, Jawa dan Bali.
Khusus di Kaltim, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim AFF Sembiring memastikan seluruh armada transportasi di Kaltim aman dimaksimalkan, menghadapi terjadinya lonjakan penumpang di segala penjuru keberangkatan.
“Kita sudah maksimalkan untuk semua angkutan mudik lebaran. Dan untuk tahun ini dipastikan akan ada lonjakan penumpang, yang mudik maupun yang balik. Karena sudah dua tahun lebih tidak ada mudik. Selain itu, kami juga menyiapkan angkutan cadangan yang siap beroperasi,” katanya, ditemui usai hadir dalam acara Kaltim Berzakat, Senin (18/4/2022).
Untuk memastikan seluruh transportasi aman, Dishub Kaltim lanjut Sembiring, telah melakukan ram check, yang meliputi pemeriksaan administrasi, fisik kendaraan dan sarana penunjang.
“Kaltim tahun ini relatif siap mengoperasikan semua armada kita. Sistem yang kita pakai sistemnya kejar bola, artinya begitu penuh langsung jalan, jadi kita tidak membatasi angka. Ini agar jangan sampai ada masyarakat kekurangan armada mudik lebaran,” katanya.
Hingga di minggu pertama Ramadan ini saja, kata Sembiring, peningkatan penumpang mulai terlihat di terminal, pelabuhan dan bandara di Kaltim.
“3 Minggu sebelum lebaran saja sudah ada yang mudik, alasan harga tiket yang terus naik. Saya juga dapat laporan dari Otoritas Bandara, pelabuhan dan terminal bahwa sudah banyak masyarakat yang mudik maupun dari luar masuk ke Kaltim,” pungkasnya. (*)
