Bukan Cuma Sektor SDA, Pengembangan Industri Manufaktur juga Potensial

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listyono. [ist]

SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listyono menyebut bahwa sudah waktunya bagi Kaltim untuk keluar dari zona nyamannya.

Khususnya dalam memanfaatkan sektor minyak gas (migas) dan batu bara sebagai tumpuan perekonomian mereka. Nisya menyebut, ada potensi ekonomi lain yang bisa dikembangkan di wilayah Kaltim.

Beberapa sektor ekonomi yang dimaksudnya adalah industri manufaktur, seperti pengembangan pabrik produksi pakaian dan produk hasil kerajinan. Sayangnya, sektor-sektor tersebut menurutnya belum dikembangkan secara optimal.

“Optimalisasinya bisa lewat pemaksimalan branding dan membuat merk dagang,” terang dia, Sabtu (28/10/2023).

Dia juga mendorong optimalisasi manufaktor dari prdouk hasil pertanian. Nidya menyebut selama ini, sebenarnya sejumlah daerah di Kaltim sudah bisa menghasilkan beras.

Namun tidak ada pemberian merk dagang sehingga beras-beras tersebut tidak bisa diperkenalkan melalui branding yang memadai.

Dalam hal ini, ia menuntut Pemprov Kaltim untuk bisa memfasilitasi produsen-produsen di Kaltim untuk bisa menciptakan branding produk.

Karena diakuinya, proses branding tidak mudah dan memerlukan upaya komprehensif, seperti pengemasan yang menarik dan memastikan produk yang dijual memiliki kualitas yang baik dan layak bersaing di pasaran.

Branding iru masuk dalam strategi pemasran. Kalau mau dapat keuntungan yang optimal, value atau nilai produknya juga harus ditingkatkan,” pungkasnya. (dtn/ADV DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *