SAMARINDA – Hingga saat ini progress pembangunan Teras Samarinda masih belum selesa. Bahkan persentase pembangunannya disebut-sebut baru mencapai 40 persen. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar pun angkat bicara. Ia mendorong agar Pemkot Samarinda terus mengebut pengerjaan pembangunan Teras Samarinda. Sehingga target yang dipasang untuk menyelesaikan proyek tersebut di akhir tahun bisa tercapai.
“Kami juga optimisi pembangunan bisa selesai. Tapi pemerintah harus kerja lebih keras,” katanya.
Proyek Teras Samarinda sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Bahkan Pemkot Samarinda menutup kawasan Tepian Sungai Mahakam yang selama ini dimanfaatkan para pedagang kaki lima untuk berjualan. Proyek Teras Samarinda sendiri direncanakan akan mengubah secara total kawasan Tepian Sungai Mahakam, yang sering digunakan sebagai wadah bersantai bagi warga Kota Tepian.
“Saat ini informasinya, mereka (Pemkot Samarinda) tengah mengerjakan segmen 1, yang di depan Kantor Gubernur,” lanjutnya.
Dari informasi yang ia terima, pembangunan Teras Samarinda sempat terkendala ketersediaan material. Karena sebagian material berasal dari luar daerah, bahkan beberapa di antaranya harus diimpor dari luar Indonesia.
Anhar memahami benar bahwa lambatnya progress pembangunan merupakan urusan teknis, yang sudah dipikirkan penanganan dan konsekuensinya oleh Pemkot Samarinda. Ia percaya, Pemkot Samarinda sudah melakukan penghitungan dengan matang terkait proyek yang ditagretkan akan memberikan wajah baru bagi Samarinda ini. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
