Hadapi Arus Mudik Lebaran, 51 Pos Pengamanan Dibangun di Titik Keramaian

SAMARINDA – Dalam rangka menghadapi lebaran Idul Fitri tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama dengan DPRD Kaltim, TNI-POLRI, OPD dan instansi terkait menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral, di Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Selasa (19/4/2022).

Hadir dalam Rakor, Gubernur Kaltim Isran Noor, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jendral TNI Teguh P Rumekso, Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto, Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim AFF Sembiring dan unsur Forkompinda Kaltim.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, Kalimantan Timur adalah satu-satunya daerah yang kondusif. Selama ini, kata dia, belum pernah terjadi konflik besar seperti yang terjadi di daerah lain di Indonesia. Itu semua kata dia, karena masyarakatnya yang saling menghormati satu sama lain.

“Kaltim adalah daerah yang kondusif, tidak ada yang namanya konflik sosial, keagamaan, tidak ada. Tapi sempat saya bertemu dengan pak Presiden dan saya sampaikan bahwa Kaltim tidak pernah terjadi huru hara, ternyata beberapa tahun lalu sempat terjadi kerusakan kecil di Penajam Paser Utara. Terpaksa saya minta maaf pak Presiden, karena itu urusan anak muda, gara-gara motor berkelahi. Beliau (presiden Jokowi, red) bilang itu kecil, tidak masalah,” katanya saat menyampaikan sambutan pada Rakor lintas sektoral.

Terkait menjelang lebaran Idul Fitri, kata orang nomor satu di Kaltim ini, juga tidak terlepas dari tradisi saling mengunjungi atau lebih dikenal istilah mudik. Pemprov Kaltim sendiri tidak pernah melarang warganya untuk melakukan mudik. Namun karena kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi sejak lebih dari 2 tahun silam, memaksa pemerintah untuk membuat kebijakan pengetatan, agar meminimalisir terjadi lonjakan kasus.

Tapi saat ini, kondisi pandemi COVID-19 terus mengalami penurunan signifikan. Sehingga pemerintah memberikan kelonggaran untuk melakukan mudik dengan syarat yang ditentukan.

“Pemerintah tidak pernah melarang warganya untuk mudik lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, dalam konfrensi pers yang digelar setelah kegiatan Rakor lintas sektoral, Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, Pangdam VI Mulawarman Mayor Jendral TNI Teguh P Rumekso dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, Rakor dilaksanakan dalam rangka menyiapkan seluruh perangkat menghadapi lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima instruksi dari Mabes Polri untuk melaksanakan operasi pengamanan “Ketupat Mahakam 2022”, yang mulai dilaksanakan sejak tanggal 28 April hingga 9 Mei 2022.

“Di luar itu, ada instruksi untuk melakukan peningkatan operasi mulai tanggal 14 April dan setelah operasi tanggal 9 Mei,” katanya.

Untuk pengamanan arus mudik, kata dia, Polda Kaltim akan mengerahkan sebanyak 1.700 personil dan akan mendirikan sebanyak 51 pos pengamanan di titik-titik konsentrasi massa.

“Pos pengamanan 51 unit tersebar di pelabuhan dan mal, karena pelabuhan cukup vital bagi pergerakan manusia keluar masuk,” katanya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, katanya, arus mudik untuk tahun ini mengalami peningkatan hingga 80 juta manusia. Sedangkan hasil survei lain yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga swasta menyebut, ada 62 persen pergerakan mudik dari barat ke timur, khususnya daerah Sumatera, Jawa dan Bali.

Namun khusus di Kaltim, lanjut Imam Sugianto, presentasi arus mudik tidak akan bergerak signifikan.

“Kaltim akan terkelola dengan baik, karena di sini setiap tahun ada yang mudik ke arah Jawa dan Sulawesi. Begitu juga sebaliknya, tapi presentasinya tidak signifikan,” terangnya.

Untuk menghindari terjadinya penularan virus COVID-19 di masyarakat sebagai imbas dari mudik, pemerintah telah menyebarkan vaksinansi COVID-19 dan booster pada masyarakat.

“Mari kita sukseskan akselerasi vaksin, sehingga pelaksanaan mudik aman dari penyebaran virus,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *