Jalur Sangkulirang-Berau Dilelang, Rp 130 Miliar Dinilai Tak Cukup?

SAMARINDA – Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda mengungkapkan, jalan pendekat Sangkulirang- Berau saat ini masih dalam proses lelang, dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 130 miliar.

Dikatakannya, dengan total anggaran yang disediakan dibandingkan dengan jumlah kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan yang harus dilakukan, masih belum mencukupi.

“Jalan pendekat Sangkulirang ke Berau itu dalam proses lelang, tapi memang itu panjang sekali jalannya. Dari Kaliorang ke Talisayan saja sudah 250 kilometer, dari Talisayan sampai Tanjung Redeb sudah 150 kilometer. Lalu 400 kilometer kita alokasikan di sana. Kalau di daerah yang wilayah Berau sekitar Rp 80 miliar, kalau di daerah Kutim Rp 50 miliar. Ini semua dalam proses lelang. Tapi dengan hanya uang segitu, dibandingkan dengan panjang jalan yang ada, seperti menabur garam di laut, tidak berasa,” katanya, pada awak media saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (5/7/2022).

Menurut dia, dalam perhitungan yang rasional, untuk kondisi jalan yang mengalami kerusakan kategori ringan hingga rusak berat sepanjang 250 kilometer, idealnya disiapkan anggaran sebesar Rp 3 triliun.

“Bina Marga setahunnya paling Rp 500 miliar. Padahal, dengan kondisi jalan rusak ringan, rusak berat 250 kilo itu perlu dana paling tidak Rp 3 miliar,” terangnya.

Walaupun terbatas dengan anggaran, Pemerintah Provinsi Kaltim kata Aji Muhammad Fitra Firnanda, tetap berupaya agar jalan yang ada tidak putus dan tetap dapat dilalui kendaraan.

“Kita berusaha tidak putus saja, berusaha paling tidak mobil bisa lewat,” katanya.

Terkait lelang jalan yang rusak di jalan pendekat Sangkulirang ke Berau, Fitra Firnanda menyebut, untuk lelang proyek kerja hanya pembuatan beton dan aspal.

“Yang mau kita lelang sekarang ini ada yang beton, ada yang aspal. Kalau kondisi sekarang kan terbuka, tidak ada aspal, tidak ada beton. Sementara ini kita turunkan alat secara rutin, mana yang mau putus, itu kita padatkan dengan menumpahkan material dan mempertahankan kondisi,” terangnya lagi.

Sejak 3 tahun terakhir, pihaknya telah melakukan pemantapan jalan dari yang 50 persen, sekarang sudah mencapai 75 persen.

“Perlu diingat, kondisi akhir 2018 itu kemantapan jalan di Kaltim hanya 52 persen, sekarang 75 persen,” pungkasnya. (Nys/ADV Diskominfo Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *