SAMARINDA – Kondisi peningkatan kasus penularan COVID-19 secara signifikan terjadi di Pulau Jawa sejak beberapa waktu lalu, pasca libur panjang. Bahkan, pemerintah pusat telah mengeluarkan prediksinya bahkan bulan Juli ini menjadi puncak kasus.
Melihat situasi yang ada sekarang, Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim pun memprediksi, penularan kasus juga akan mengalami peningkatan di luar Jawa dalam beberapa pekan ke depan.
Buktinya, saat ini virus COVID-19 varian Omicron BA.5 dipastikan telah masuk di Kaltim. Seperti yang diungkapkan oleh
Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak.
“Yang pasti varian Omicron BA.5 sudah ada di Kaltim, ” ujarnya, Senin (11/7/2022).
Keberadaan varian Omicron BA.5 di Kaltim tersebut berdasarkan hasil WGS yang dikeluarkan oleh labolatorium pusat. Yang mana, hasil sampel tersebut berasal dari pasien positif COVID-19 dari Kota Balikpapan.
“Hasil WGS dari pusat berasal sampel dari Balikpapan,” ujarnya.
Andi Muhammad Ishak menyebut, kondisi Kota Balikpapan memang sejak tiga hari terakhir berada pada zona merah COVID-19.
Diterangkannya, ini terjadi karena Balikpapan menjadi pintu gerbang keluar masuk Kaltim, yang membuat potensi penularan virus mudah terjadi.
“Kondisi Balikpapan merupakan pintu gerbang dengan mobilisasi penduduk yang sangat tinggi, sehingga penularan juga tinggi, akibat pelaku perjalanan dalam negeri dan juga luar, ” katanya.
Terkait kasus meninggal akibat COVID-19 di Kaltim, kata dia, ada satu kasus. Yakni terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Ya, untuk yang meninggal hari ini dilaporkan dari Kukar itu 1 orang, tapi belum tahu kalau yang ini jenis variannya, ” katanya.
Andi Muhammad Ishak terus mengimbau agar masyarakat Kaltim tetap menerapkan protokol kesehatan, agar terhindar dari penularan virus COVID-19 varian baru.
“Pandemi COVID-19 belum berakhir, apalagi dengan munculnya varian baru yang memungkinkan terjadinya peningkatan kasus seperti yang terjadi saat ini. Pulau Jawa sudah meningkat dan akan menyusul di luar pulau Jawa, karena pergerakan penduduk. Oleh karena itu jangan lalai, disiplin menerapkan proses dimanapun berada, terutama saat berinteraksi dengan kerumunan orang banyak, ” pungkasnya. (Nys/ADV Diskominfo Kaltim)
