SAMARINDA – Belasan hewan ternak milik warga di dua kecamatan di Kabupaten Paser terindikasi suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Mengenai hal itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Munawwar membenarkan. Menurutnya, pihaknya telah menerima laporan, setidaknya ada 15 ekor sapi milik warga di Kecamatan Muara Komam dan Kecamatan Belengkong yang terindikasi suspek PMK.
Laporan tersebut diterimanya dari UPTD PKH Muara Komam pada Senin kemarin, tanggal 25 Juli 2022.
Dimana saat itu, Paramidic Veteriner UPTD PKH Muara Komam telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 ekor sapi milik warga di Muara Komam.
“Hasil kronologis yang kami terima, pada peternak sapi di Kecamatan Muara Komam ada sejumlah 5 ekor yang mengalami gejala awal PMK, yaitu ternak sapi mengalami Anaroxia dan Hipersativasi,” bebernya pada awak media, ditemui di Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (26/7/2022).
Hanya berselang 3 jam setelahnya, pihaknya kembali menerima laporan bahwa ada 13 ekor sapi milik warga lainnya juga terindikasi suspek PMK.
“Tidak jauh dari rumah peternak pertama yang terindikasi PMK, juga ada peternak lain yang ternaknya terindikasi PMK. Jumlahnya 13 ekor, 10 diantaranya memiliki gejala Anaroxia dan Hipersativasi dan 3 sapi mengalami lesi (luka) pada kaki dan mulut,” terang Munawwar.
Disinggung mengenai asal usul ternak yang terindikasi suspek PMK, dia menyebut, bahwa peternak merupakan peternak lokal dan tidak pernah mengambil ternak dari luar.
“Ternak-ternak itu merupakan ternak lokal, bukan ternak yang baru didatangkan dari luar daerah dan kecil kemungkinannya tertular PMK dari daerah luar,” katanya.
Tak tinggal diam, Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kaltim bersama Tim Satuan Tugas Provinsi Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) langsung bergerak mencari informasi terkait penyebab indikasi PMK pada ternak warga tersebut.
Hasilnya, diperoleh informasi bahwa tak jauh dari lokasi peternakan dua warga tersebut, ada Rumah Potong Hewan (RPH) milik warga lainnya yang kerap mendatangkan hewan ternak dari luar daerah.
“Dari pengamatan daerah sekitar, ternyata kedua peternak tersebut berdekatan dengan RPH milik warga lain. Setelah kami tracking, ternak warga ini sering mendatangkan sapi dari luar pulau melalui Pelabuhan Samarinda,” katanya.
Rencananya, petang ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim bersama Tim Satuan Gugus Tugas Provinsi Kaltim dan dinas terkait Kabupaten Paser akan kembali ke lokasi peternak warga, untuk menggali informasi terkait lalulintas ternak.
“Kita telah berkoordinasi dengan Balai Veteriner Banjar Baru untuk pengambilan sampel uji PCR PMK. Malam ini kami juga akan ke lokasi untuk menggali informasi lebih dalam,” pungkasnya. (Nys/ADV Diskominfo Kaltim)
