SAMARINDA – Dalam rangka meningkatkan kualitas kemampuan penyandang disabilitas pada persaingan dunia kerja, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim menggandeng PT PAMA dan BNSP menggelar Pelatihan Digital Marketing Content Creator, di Hotel Amaris Samarinda.
Pelatihan berlangsung selama 3 hari, sejak tanggal 1 hingga 3 November besok dan diikuti oleh 25 orang peserta penyandang disabilitas dari kabupaten/kota di Kaltim.
Kepada awak media, Ketua PPDI Kaltim Anni Juwariyah menjelaskan, pelaksanaan pelatihan Digital Marketing Content Creator oleh PPDI Kaltim ini melibatkan penyandang disabilitas. Yang mana dilaksanakan untuk kedua kalinya dengan dukungan CSR dari PT PAMA.
“Kita kerjasama untuk menjalankan CSR ini untuk kedua kalinya, sebelumnya pelatihan hidroponik. Alhamdulillah PAMA masih mempercayai PPDI Kaltim untuk melaksanakan kegiatan kedua, ” tuturnya.
Dikatakan mantan Legislator Karang Paci ini, penyandang disabilitas yang ada di Kaltim saat ini berdasarkan data yang dimiliki oleh PPDI Kaltim yakni lebih dari 50 persen tidak berpendidikan, tidak sekolah atau tidak memiliki ijazah.
Sehingga, agar tetap dapat memanfaatkan peluang yang ada, PPDI Kaltim berupaya mencarikan jalan agar penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan sertifikasi.
“Agar mereka bisa masuk dalam dunia kerja, kemudian kita berpikir bagaimana agar mereka memiliki sertifikasi yang memang dikeluarkan oleh pihak yang berkompetisi mengeluarkan sertifikat. Makanya kami menggandeng BNSP. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini mereka bisa menjadi tenaga yang berdaya guna dalam bidangnya,” katanya.
Menurut Anni, pelatihan mengambil tema pelatihan content creator, karena dunia usaha saat ini tidak terlepas dari dunia content creator dan vidio.
“Teman-teman penyandang disabilitas bisa masuk ke situ karena peluangnya cukup besar. Mudah-mudahan dengan mereka memiliki sertifikat maka lapangan kerja akan terbuka luas mereka segera dapat pekerjaan, ” katanya.
Bendahara PPDI Kaltim Sudarmawan mengatakan, seluruh peserta berasal dari kabupaten/kota di Kaltim, khususnya di mana site PT PAMA berada.
“Informasi kegiatan itu kami buka di media dan hanya beberapa hari kuota sudah terpenuhi. Rupanya kegiatan ini mengundang antusiasme masyarakat, utamanya mereka penyandang disabilitas, ” ujarnya.
Selanjutnya, kepada 2 orang peserta dengan nilai terbaik akan mendapatkan hadiah berupa laptop, yang akan diserahkan pada waktu peringatan Hari Disabilitas Internasional, tanggal 5 Desember mendatang.
Selain itu, dari CSR yang diberikan PT PAMA, juga diserahkan 2 unit gerobak sayur untuk sekolah SLB Pembina Provinsi Kaltim.
Dedi Priansyah selaku pemateri menyebut, dalam penyampaian materi content creator kepada peserta, pihaknya melakukan beberapa teknik. Mengingat peserta disabilitas terbagi menjadi beberapa kelompok.
“Setiap disabilitas berbeda-beda, kita cari solusi bersama agar mereka tetap bisa mengikuti pelatihan ini,” katanya.
Salah satu peserta, Muhammad Dwi Efendi menyambut antusias pelatihan yang digelar. Dirinya berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan bagi penyandang disabilitas agar dapat bersaing di dunia kerja.
“Senang sekali, kita bisa menambah ilmu juga mendapatkan lapangan kerja. Kalau bisa acara seperti ini sering dibuat, karena teman-teman disabilitas sulit mencari pekerjaan, ” harapannya. (*)
