Meski Diserang Isu PKI, PKN Kaltim Optimis Raih Target Kursi Pemilu 2024

SAMARINDA – Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) sudah dinyatakan lolos sebagai peserta pemilu 2024 mendatang oleh KPU RI.

 

Meski begitu, partai pendatang baru besutan Gede Pasek Suardika ini langsung mendapat serangan sebagai “partai PKI”, ramai di media sosial.

 

Serangan tanpa dasar itu, padahal sudah diklarifikasi oleh PKN melalui video yang dibuat di Sekretariat PKN Menteng, Jakarta Pusat, pada 20 September 2022.

 

Dalam klarifikasi itu PKN menjelaskan bahwa video teriakan “PKN Jaya” oleh Sekjen Sri Mulyono sengaja dipelintir oleh oknum yang tak bertanggungjawab menjadi “PKI Jaya”.

 

Ketum PKN Gede Pasek menduga hal itu sengaja dibuat oleh akun buzzer dari partai lain dan memberi stigma buruk pada PKN.

 

Ketua Pimpinan Daerah (Pimda) PKN Kaltim, Rudi Prianto turut menyayangkan hal itu.

 

Rudi mengatakan kehadiran PKN bukan sebagai ancaman dalam kancah sistem politik nasional, tapi meramaikan helatan pemilu 2024.

 

“PKN hadir justru memberi warna baru bagi kontestasi pemilu kita, agar masyarakat punya banyak pilihan partai untuk memilih, bukan sebagai ancaman ya,” ungkap Rudi kepada awak media di Samarinda, Kamis (22/12/2022).

 

Rudi menjelaskan, tidak ada yang perlu ditakuti dari PKN. PKN hanya partai biasa yang berkomitmen memperjuangan aspirasi masyarakat, layaknya partai politik lain pada umumnya.

 

 

“Untuk itu mari kita berpolitik dengan santun, riang gembira, saling menguatkan dan berkolaborasi demi kepentingan rakyat banyak,” tegas Rudi.

 

Secara nasional, Rudi menjelaskan PKN menarget perolehan suara bakal menembus ambang batas (threshold) parlemen. Dengan demikian, seluruh kader PKN akan maksimal turun ke basis untuk membangun kepercayaan masyarakat.

 

Khusus Kaltim, Rudi menjelaskan, saat ini struktur pimpinan cabang (pimcab) sudah terbangun di 10 kabupaten dan kota.

 

Sementara, pimpinan ranting tingkat kecamatan sudah mencapai 75 persen dan terus berproses sampai 100 persen sebelum pemilu digelar.

 

“Makanya kita kejar terus ini, semua kader terus bergerak di lapangan,” kata dia.

 

Untuk target perolehan kursi legislatif, kata Rudi, masing-masing kabupaten dan kota minimal 2 kursi. Sementara, untuk DPRD Kaltim target 6 kursi dan 1 kursi untuk DPR RI.

 

Guna memenuhi target itu, PKN Kaltim kini sedang mengkosolidasikan kekuatan dan segera melakukan penjaringan dan pendaftaran calon legislatif di masing-masing kabupaten dan kota, provinsi serta DPR RI. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *