Pemkab Kukar Hadiri Undangan FKS Pembangunan IKN Bidang Polhukam

KUKAR – Asisten II Setkab Kutai Kartanegara (Kukar) Wiyono mengikuti undangan Forum Koordinasi dan Sinkronisasi (FKS) dalam rangka pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) bidang politik, hukum dan keamanan bertempat di Ruang Kaltim Ballroom Blue Sky Hotel Balikpapan, Selasa (30/5/2023).

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI tersebut menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Direktur Pengawasan, Pemantauan dan Evaluasi Otorita Ibu Kota Nusantara Ferdinand Kana Lo, dan Analisis Kebijakan Utama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Arizal, Direktur Wilayah Pertahanan Kementerian Pertahanan Kolonel Laut (P) Sugeng Suryanto, Kabagjakum Rojakstra Srena Polri Kombespol Hadi Utomo, serta Direktur Keberlanjutan Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemPUPR) RI Kimron Manik secara zoom meeting.

Staf Ahli bidang SDM dan Teknologi Kemenko polhulkam Mayjen TNI Burlian Sjafei mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan seluruh stakeholder mampu melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi dalam proses pembangunan IKN Nusantara, serta sebagai upaya bersama dalam mensosialisasikan kepada masyarakat tentang sejauh mana perkembangan pembangunan.

“Selain itu dalam FKS ini diharapkan dapat mengantisipasi berbagai permasalahan yang mungkin timbul, serta diperoleh langkah penyelesaian terbaik agar pelaksanaan perpindahan IKN dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” ujar Mayjen TNI Burlian Sjafei.

Ditambahkannya, undang-undang nomor 3 tahun 2022 tentang ibu kota negara telah disahkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 18 februari 2022, yang mana undang-undang tersebut menurutnya diterbitkan sebagai upaya memperbaiki tata kelola wilayah ibu kota negara dalam rangka mewujudkan tujuan bernegara yang melindungi segenap bangsa Indonesia serta seluruh tumpah darah Indonesia, dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.

“Kami ucapkan terimakasih kepada para narasumber serta seluruh peserta yang hadir atas partisipasinya, serta penyampaian saran dan masukan yang konstruksional sebagai bahan pertimbangan kebijakan pemerintah dan bahan masukan kepada Menko Polhukam terkait pelaksanaan pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara,” ujar Mayjen TNI Burlian Sjafei.

Sementara itu, Asisten II Setkab Kukar Wiyono ditemui setelah kegiatan mengatakan Pemerintah Kabupaten Kukar yang juga mitra dari IKN menyambut baik apa yang telah dilaksanakan tersebut. Namun, pada kesempatan itu dirinya juga menyampaikan beberapa persoalan-persoalan yang ada berada di Kukar agar juga menjadi perhatian pemerintah pusat untuk dicarikan solusinya.

Dirinya mencontohkan terkait keberadaan dan kedudukan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN yang berada di empat kecamatan di Kabupaten Kukar yang masuk didalam wilayah kawasan IKN, yang mana hal tersebut menurutnya harus juga menjadi perhatian agar ke depannya keberadaan dari ASN dan non ASN tersebut tidak menjadi permasalahan sosial baru.

“Ada empat kecamatan kita yang masuk dalam kawasan IKN, disitukan ada personil-personilnya, kalo kita lihat tadikan dari pihak pemerintah pusat yang diatur hanya bagaimana pemindahan ASN dari pusat ke daerah IKN, namun disisi lain aparatur kita yang didaerah ini kira-kira seperti apa penyelesaiannya, jangan sampai nanti hal tersebut menimbulkan permasalahan sosial baru dan hanya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah tentunya kita berharap bahwa pemerintah pusat juga memperhatikan hal itu,” ucap Wiyono.

Lebih lanjut, Wiyono juga berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat pada kawasan inti pembangunan IKN semata. Namun juga infrastruktur khususnya akses konektivitas antar wilayah dari mitra IKN dengan kawasan wilayah IKN juga bisa menjadi perhatian. Sehingga manfaat dari keberadaan IKN juga bisa dirasakan oleh mitra IKN. Karena menurutnya, dengan adanya konektivitas wilayah yang bagus dan mudah untuk diakses menuju IKN tersebut diharapkan kedepan mitra IKN bisa ikut berkontribusi dalam melakukan pasokan suplai material, pangan, dan pekerja yang dibutuhkan pada pembangunan IKN.

“Kita juga berharap dari pihak IKN bisa memberikan informasi tenaga kerja apa yang dibutuhkan, agar pemerintah daerah bisa mempersiapkan tenaga kerjanya, kualifikasinya seperti apa yang dibutuhkan, sehingga jangan sampai nanti kita cuma jadi penonton di daerah sendiri,” pungkas Wiyono.

Sekedar informasi, turut pula hadir pada kegiatan tersebut diantaranya perwakilan kementerian, lembaga serta perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dilingkungan Provinsi Kaltim. (adv/kominfokukar/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *