SAMARINDA – Indeks Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan meningkat dari nilai 77,61 pada 2022 menjadi nilai 82,14 di 2023.
Peningkatan nilai Indeks KIP Kaltim ini bahkan mendongkrak posisi Kaltim yang awalnya berada di kategori Sedang, naik menjadi kategori Baik dalam penilaian Indeks KIP.
Anggota Tim Ahli Indeks KIP 2023, Frans Surdiasis menjelaskan, dari 20 indikator penilaian, kondisi politik dan hukum yang stabil berkontribusi besar pada peningkatan nilai Indeks KIP Kaltim. Kondisi politik dan hukum yang stabil itu, sejalan dengan kebebasan menyebarluaskan informasi.
“Kaltim nilainya tinggi karena kebebasan menyebarluaskan informasi dan jaminan hukum mengakses informasi cukup bagus di sana,” ungkap Frans saat memaparkan hasil penilaian sementara Indeks KIP Provinsi Kaltim dalam kegiatan National Assessment Council (NAC) Forum Indeks (KIP) di Pullman Hotel Jakarta Central Park, Rabu (14/6/2023).
Kendati demikian, nilai Indeks KIP ini belum final dan masih dalam proses pemantapan dari National Assessment Council (NAC) atau Forum Dewan Penyelia Nasional Indeks KIP 2023.
Satu hal yang menjadi catatan para tim ahli, kebebasan menyebarluaskan informasi ini juga berpeluang pada penyalahgunaan penyebarluasan informasi. Dengan risiko beredarnya berita palsu atau hoaks. Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui Diskominfo Kaltim harus aktif dalam mengantisipasi beredarnya informasi hoaks.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal mengungkapkan Indeks melek digital atau Indeks Masyarakat Digital (IMD) Indonesia Tahun 2022, Provinsi Kaltim menduduki peringkat empat nasional dan tertinggi setelah Jawa dan Bali.
Artinya banyak prestasi-prestasi yang diraih Pemprov Kaltim terutama Indeks Literasi Digital Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2022 berhasil bertahan pada angka 3,62 dan berada di posisi tiga besar nasional.
“Satu sisi kita banggalah, bahwa arus digitalisasi positifnya masih banyak. Masyarakat kita masih banyak yang memanfaatkan saluran ini untuk peningkatan wawasan dan juga ekonomi. Ekonomi digital sebuah peluang yang luar biasa, dan itu sudah kita rasakan,” ungkap Faisal.
Faisal selalu optimis bahwa ditengah derasnya arus digitaliasi ini, masyarakat Kaltim masih banyak yang sudah merasakan manfaat yang positif dari sebuah kemajuan teknologi (digitalisasi).
Apalagi memanfaatkan ekonomi digital, itu merupakan sebuah peluang usaha yang menjanjikan dijaman seperti ini.Kemudian banyak Permasalahan lainnya yang dihadapi, diantaranya juga mengenai serangan judi online, yang mana kerap kali menyerang website vital terutama berkaitan dengan keamanan jaringan atau siber berisikan data-data penting Pemerintah. (Adv/diskominfo kaltim/dtn)
