PT Kitadin site Embalut Panen Padi di Atas Lahan Bekas Tambang Batubara

KUTAI KARTANEGARA – PT Kitadin site Embalut (KTD site Embalut), anak usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM), melakukan panen padi perdana di atas lahan bekas tambang batubara di wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara.

Hadir pada seremoni panen padi pada Jumat, 23 Juni 2023, Mine Head KTD site Embalut Bonifasius Tritra Tipa bersama Tim Mine Closure, serta beberapa petani binaan yang menjadi pengelola lahan persawahan. Dari total 3 ha luas lahan padi siap panen, Perusahaan memperkirakan panen kali ini dapat menghasilkan 10,5 ton gabah.

Sejak memasuki masa pascatambang pada bulan Februari 2022, PT Kitadin site Embalut terus melaksanakan program penutupan tambang yang menjadi bagian dari komitmen dan tanggung jawab Perusahaan.

Program pengadaan sawah, bagian dari program ketahanan pangan dalam rencana penutupan tambang KTD site Embalut, merupakan satu di antara sejumlah program unggulan yang dilakukan oleh Perusahaan.

Selain menjadi dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah daerah maupun nasional, program pertanian padi sawah oleh KTD site Embalut juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat desa-desa binaan.

Pada fase uji coba ini, KTD site Embalut menyediakan lahan persawahan seluas 3 ha dengan produktivitas rata – rata sebesar 3,5 ton per hektar. Untuk menciptakan dampak yang lebih besar, Manajemen KTD site Embalut saat ini tengah mempersiapkan tambahan area seluas 20 ha.

Perluasan area sawah akan terus dilakukan hingga tahun 2025 dengan target 74 ha dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi 148 kepala keluarga di 4 desa binaan KTD site Embalut – Bangun Rejo, Embalut, Kerta Buana dan Separi.

“Merupakan sebuah prestasi yang membanggakan bagi keluarga besar KTD site Embalut dan ITM secara umum, bahwa kami mampu melakukan reklamasi lahan tambang dengan sangat baik hingga menjadi lahan pertanian produktif. Keberhasilan yang ditandai dengan panen perdana ini adalah cerminan kerja keras dan komitmen kami terhadap kaidah praktek pertambangan yang baik. Terdapat proses panjang dan dedikasi untuk mengubah lahan bekas tambang menjadi lahan pertanian produktif dengan hasil yang baik seperti saat ini. Oleh karena itu, saya berharap lahan persawahan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa binaan dan menjadi kontribusi kami terhadap ketahanan pangan daerah dan nasional,” ungkap Bonifasius.

Bagi ITM dan seluruh anak usaha, implementasi program pascatambang tidak hanya sebatas mengembalikan fungsi lahan yang telah dikelola, melainkan kesempatan untuk menyempurnakan nilai yang telah dihasilkan selama masa operasional penambangan. Dengan kata lain, menghadirkan kesempatan dan ruang untuk berkembang bagi masyarakat lingkar tambang untuk sepenuhnya berdaya dan mandiri, telah menjadi tujuan akhir program tutup tambang ITM Group.

“Tujuan yang ingin kami capai dari berbagai program pascatambang ini adalah kemandirian ekonomi masyarakat. Artinya di saat KTD site Embalut tak beroperasi lagi, masyarakat mampu berdikari. Program persawahan padi ini adalah salah satu program pengembangan komoditas dengan nilai ekonomi dan permintaan yang tinggi.

Selain padi, KTD site Embalut juga memberikan dukungan terhadap pengembangan komoditas lain termasuk jamur tiram, ayam petelur, ikan, kambing, sapi dan beberapa jenis buah yang nantinya berada di area Integrated Farming System (IFS) Perusahaan,” demikian disampaiakan oleh Bonifasius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *