Jahidin Beberkan Penyebab Lain yang Terjadinya Karhutla di Kaltim

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Jahidin. (ist)

SAMARINDA – Cuaca panas yang terjadi di Kaltim selama beberapa bulan terakhir kerap diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Jahidin membeberkan sejumlah penyebab lain yang diduga menjadi penyebab lain dari Karhutla di Bumi Mulawarman.

“Misalnya dari keberadaan batu bara di Kaltim. Cuaca panas memicu batu bara untuk terbakar, dan berakibat ke kawasan di sekitarnya,” terang Jahidin, Rabu (1/11/2023).

Untuk informasi, ada istilah yang disebut self-combustion batu bara. Itu merupakan fenomena di mana batu bara terbakar dengan sendirinya saat disimpan karena reaksi oksidasi yang terjadi pada batu bara. Reaksi oksidasi antara kandungan batu bara yang mudah terbakar dan oksigen di udara ini yang akan menghasilkan panas.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak di Kaltim, termasuk Pemerintah Kabupaten/kota untuk bisa memberikan imbauan kepada warganya agar bisa meminimalisir potensi karhutla. Misalnya dengan tidak melakukan pembukaan lahan dengan metode membakar lahan, dan memperhatikan sumber-sumber api yang bisa menyebabkan karhutla tanpa disadari.

“Kita sering dengar, kebakaran hutan atau lahan yang terjadi karena putung rokok yang dibuang di sekitar lokasi. Itu memang ketidaksengajaa, tapi juga ada unsur kelalaian. Makanya, perlu sering diingatkan,” sambungnya.

Melansir dari berbagai sumber, hingga awal Oktober 2023 terjadi 414 kejadian Karhutla yang tersebar di seluruh daerah di Kaltim. Daerah yang mencatatkan kejadian karhutla paling banyak adalah Paser dengan total 109 kejadian, diikuti Berau dan Kutai Kartanegara yang masing-masing sebayak 59 kejadian. Terakhir Penajam Paser Utara (PPU) juga mencatatkan ada 58 kejadian karhutla di wilayahnya. (dtn/ADV DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *