KUKAR – Pemkab Kukar sedang menyusun program agar menjadi daerah lumbung pangan untuk IKN. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Rabu, 31 Juli 2024.
Rendi mengatakan Kabupaten Kukar memiliki garis pantai sepanjang 1.600 Km dengan 29 danau seluas kurang lebih 29.000 ha, embung seluas 250 ha.
Kemudian, tambak di Kukar seluas 76.672 ha, dan delta Mahakam seluas 108.000 ha, serta dukungan Kukar dalam sektor pertanian sebesar 51 persen padi untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kabupaten Kukar adalah penyuplai ikan untuk wilayah Kalimantan Timur dan beberapa daerah di Pulau Sulawesi dan Jawa,” ungkap Rendi.
Selain itu, Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini menjadi penopang utama kebutuhan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim). Sekitar 45% pasokan pangan Kaltim berasal dari Kukar.
Bukan hanya itu, Kukar juga tercatat sebagai penyuplai daging sapi dan kerbau terbesar disusul suplai daging unggas yang menempati posisi 3 besar ditambah produksi sayur.
“Ini menjadi modal besar untuk mempertahankan Kukar sebagai lumbung pangan, baik untuk Kaltim maupun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang kini sedang dibangun,” ujarnya.
Bupati Kukar Edi Damansyah telah memberikan perhatiannya besar di sektor pertanian. Salah satunya untuk menunjang kegiatan operasional petani melalui tambahan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) bagi pengadaan laptop penyuluh pertanian.
Dia berharap untuk mempertahankan Kukar sebagai lumbung pangan diperlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Bukan hanya Pemerintah Daerah, tapi juga Pemerintah Pusat dan Pemprov Kaltim, tetapi juga Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Lakukan intervensi mulai dari hulu sampai hilir termasuk pemasaran,” ungkap Edi. (ADV Prokom Kukar)
