BALIKPAPAN – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat arah pembinaan olahraga disabilitas di daerah.
Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi seluruh pengurus NPCI kabupaten/kota se-Kaltim untuk menyusun strategi menghadapi agenda olahraga paralimpik mendatang.
Dalam sambutannya, Ketua NPCI Kalimantan Timur, Suharyanto menegaskan bahwa rapat kerja tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum penting untuk membangun komitmen bersama demi kemajuan olahraga disabilitas di Benua Etam.
“Rapat kerja ini menjadi ruang untuk menentukan arah, memperkuat komitmen, serta membangun masa depan olahraga disabilitas di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia menyampaikan, tantangan pembinaan atlet disabilitas saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan langkah yang lebih cepat, terarah, dan berdampak.
Menurutnya, NPCI memiliki peran strategis bukan hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun karakter, kepercayaan diri, dan ruang kesetaraan bagi penyandang disabilitas.
Ketua NPCI Kaltim juga menyinggung pentingnya mendukung program pembangunan sumber daya manusia sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam menciptakan SDM unggul dan berdaya saing.
“Tugas kita bukan hanya membina atlet, tetapi juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas agar mampu berdiri sejajar dan berprestasi di level tertinggi,” katanya.
Pada tahun 2026, NPCI Kaltim akan menghadapi Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Kalimantan Timur. Ajang tersebut disebut menjadi ukuran kesiapan organisasi dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pembinaan yang dilakukan secara ilmiah, terukur, dan berkesinambungan, termasuk menghadirkan pelatih serta tenaga pendukung yang kompeten. Selain itu, organisasi juga diharapkan berjalan secara bersih, transparan, dan profesional.
NPCI Kaltim juga mendorong sinergi antara NPCI pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar program pembinaan atlet penyandang disabilitas dapat berjalan selaras di seluruh daerah.
Menurutnya, integrasi program dan komunikasi yang baik menjadi kunci untuk melahirkan atlet-atlet disabilitas Kalimantan Timur yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menutup sambutannya, Ketua NPCI Kaltim mengajak seluruh peserta rapat kerja untuk menghasilkan keputusan yang konkret dan dapat dijalankan bersama.
“Jangan pulang hanya membawa dokumen. Kita harus pulang membawa arah dan semangat,” tegasnya.
Kegiatatan Rakerprov 2026 tersebut dilaksamakan di Sagita Hotel Balikpapan pada 21-23 Mei 2026. (red)
