Dok.Humas Pemprov Kaltim
KUTAI BARAT – Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (4/7/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Pondok Pesantren Assalam yang telah konsisten selama tiga dekade dalam mencetak generasi religius, berakhlakul karimah, serta memiliki semangat cinta tanah air yang tinggi.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memegang teguh prinsip bahwa pembangunan yang paling fundamental adalah membangun manusianya yakni membangun karakter dan akhlak. Suatu daerah tidak hanya diukur dari kemajuan ekonominya, melainkan juga dari kekuatan nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kehidupan masyarakatnya,” tegas Gubernur
Gubernur menyoroti peran sentral pesantren sebagai pilar penyangga di tengah masyarakat Kalimantan Timur yang majemuk, khususnya di Kutai Barat. Baginya, pesantren adalah institusi strategis dalam membentuk generasi yang religius, moderat, dan memiliki toleransi tinggi dalam menghargai perbedaan.
Lebih lanjut, Gubernur memberikan apresiasi atas rangkaian kegiatan Harlah ke-34 yang tidak hanya bersifat spiritual melalui Tabligh Akbar dan Dialog Kebangsaan, tetapi juga menyentuh aspek sosial melalui aksi nyata
“Inilah wajah Islam yang sesungguhnya; Islam yang penuh kasih sayang, inklusif, dan memberikan kemaslahatan nyata bagi sesama manusia,” tambah Gubernur Harum
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud menyambut hangat kehadiran Menteri Agama RI, KH. Nasaruddin Umar, MA berharap, dan pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan oleh Menteri Agama dapat menjadi penguat semangat persatuan serta meneguhkan moderasi beragama di Bumi Etam.
Sebagai penutup, Gubernur menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk terus memberikan dukungan penuh bagi lembaga pendidikan keagamaan. Hal ini merupakan bagian dari visi besar untuk mencetak generasi emas Kaltim yang cerdas, memiliki akidah yang lurus, serta mampu menjadi agen penyejuk di tengah kemajemukan bangsa. (HumasKaltim/Red)
