SAMARINDA – Pengendalian banjir masuk dalam program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Dapil Samarinda Ilir, Deni Hakim Anwar merasa, pembangunan drainase di Jalan Jelawat Kelurahan Sidodamai punya urgensi yang lebih.
Meski anggaran tahun 2024 ini sudah berjalan, ia tetap optimis usulannya bisa terealisasi di tahun ini. “Kan ada namanya dana BTT (Belanja Tidak Terduga). Nah itu gunanya untuk mengatasi permasalahan banjir. Kami kan melihat anggaran dari Pemkot itu tiap tahun ada Rp50 miliar yang dianggarkan khusus untuk itu. Inilah nanti yang akan meng-cover kegiatan ini,” papar Deni, Minggu (28/1/2024).
Banjir yang kerap terjadi di Jalan Jelawat diakibatkan oleh saluran air yang tidak berfungsi. Kondisi tanah yang tidak rata membuat air turun ke daerah dalam Jalan Jelawat yang kondisinya lebih rendah hingga sebabkan banjir.
“Saya ingin membuat drainase di dalam, tapi Ketua RT bilang gimana mau bikin di dalam sedangkan di luarnya saja tidak ada atau tidak jalan drainasenya. Makanya Pak Wali kita minta datang,” terang Deni.
Dari penuturannya, pembuatan drainase ini jadi salah satu upaya dalam mengentaskan banjir di wilayah Jalan Jelawat pinggir Sungai Karang Mumus. “Jadi kalau ada hujan, air langsung turun ke dalam gang- gang rumah karena lebih rendah, soalnya ini (saluran air) gak jalan,” tuturnya sambil menunjuk saluran air yang tak lagi berfungsi.
Deni ingin upayanya ini bisa dirasakan oleh masyarakat banyak. Apalagi banjir masih jadi perhatian utama Pemkot Samarinda.
“Kita harapkan ini bisa menguraikan banjir yang ada di dalam, karena bukan di sini, tapi di dalam. Karena di sana rendah dan di sini ga jalan otomatis kembali ke dalam. Ini yang kita harapkan bisa dilaksanakan oleh pemkot untuk membangun ini (drainase) di tahun ini,” jelasnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
