Rakernas NPCI di Solo Perkuat Pembinaan Atlet dan Kesetaraan Disabilitas

Suasana pembukaan Rakernas NPCI di Solo tahun 2026

SURAKARTA – Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Timur, Suharyanto menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diselenggarakan di Hotel Lorin Solo, Jawa Tengah pada 27-30 April 2026.

Rakernas tersebut mengangkat tema ”Transformasi Olahraga Disabilitas Sebagai Pilar Inklusi Dalam Mewujudkan Asta Cita Indonesia” dan dihadiri langsung Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun dan perwakilan dari 34 provinsi serta sejumlah pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga nasional.

Ketua NPCI Kaltim, Suharyanto mengapresiasi pelaksanaan Rakenas yang diselenggarakan NPCI Pusat. Pasalnya, rakernas tersebut merupakan forum penting untuk menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi antar pengurus daerah.

”Agenda ini menjadi landasan untuk membangun organisasi yang solid, profesional, dan produktif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun dalam sambutannya menjelaskan, salah satu fokus utama Rakernas adalah pembahasan program kerja jangka pendek dan panjang, termasuk persiapan menghadapi Asian Para Games Nagoya 2026 serta Paralimpiade 2028 di Los Angeles.

Caption: Ketua NPCI Provinsi Kalimantan Timur, Suharyanto saat mengikuti pembukaan Rakernas 2026 di Hotel Lorin Solo
Caption: Ketua NPCI Provinsi Kalimantan Timur, Suharyanto saat mengikuti pembukaan Rakernas 2026 di Hotel Lorin Solo

”Selain itu, forum juga membahas strategi pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan sarana dan prasarana olahraga disabilitas,” jelasnya.

Lanjutnya, NPCI juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan atlet. Dukungan tersebut dinilai krusial untuk menjaring talenta muda dari daerah sebelum dibina di tingkat nasional melalui pusat pelatihan.

Dalam Rakernas ini kata Senny, isu kesetaraan perhatian terhadap atlet disabilitas turut menjadi sorotan. Sejumlah perwakilan daerah menyampaikan masih adanya ketimpangan dukungan, baik dari segi anggaran maupun penghargaan, dibandingkan olahraga non-disabilitas.

Melalui Rakernas ini, NPCI berharap dapat menghasilkan kebijakan strategis yang mampu meningkatkan prestasi atlet sekaligus memperkuat sistem pembinaan olahraga disabilitas di Indonesia.

“Forum ini juga menjadi momentum untuk mendorong kesadaran publik dan pemerintah agar memberikan perhatian yang lebih merata terhadap atlet disabilitas di seluruh daerah,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *