Wujudkan Sekolah Ramah Anak, DP3AP2KB PPU dan SMKN 4 PPU Jalin Kerja Sama

Kepala DP3AP2KB PPU, Jensje Grace Makisurat saat menandatangani Kerja Sama dengan SMK Negeri 4 PPU

PENAJAM – SMK Negeri 4 Penajam menjadi salah satu sekolah yang mengambil langkah strategis dalam upaya perlindungan anak dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

Kepala DP3AP2KB PPU, Jensje Grace Makisurat mengungkapkan, kerja sama tersebut mencakup pendampingan, pembinaan, dan berbagai program edukasi yang berfokus pada perlindungan anak di lingkungan sekolah. Dalam waktu dekat, program akan mulai dilaksanakan pada masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru yang berlangsung pada Juli mendatang.

 

Melalui kegiatan tersebut kata Grace, DP3AP2KB tidak hanya memberikan materi kepada peserta didik, tetapi juga melibatkan guru dan orang tua. Pendekatan ini dilakukan karena ketiga kelompok tersebut memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

 

Lannutnya, materi yang akan diberikan meliputi pemahaman tentang bullying atau perundungan, cara mengenali bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak di sekolah, hingga edukasi mengenai pernikahan usia dini.

 

Menurutnya, perundungan merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap anak yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.

 

“Penanganan perlindungan anak tidak bisa hanya berfokus kepada siswa. Guru dan orang tua juga harus memiliki pemahaman yang sama agar dapat mengenali gejala kekerasan sejak dini dan mengambil langkah pencegahan yang tepat,” ungkapnya.

 

Kerja sama dengan SMK Negeri 4 Penajam juga kata dia, menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya sekolah ramah anak di Kabupaten Penajam Paser Utara. Konsep sekolah ramah anak menitikberatkan pada terciptanya lingkungan pendidikan yang bebas dari berbagai bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, maupun kekerasan yang terjadi melalui media sosial.

 

Grace mengakui bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi perhatian. Meski laporan yang masuk tergolong cukup tinggi, kondisi sebenarnya diperkirakan lebih besar karena tidak semua kasus dilaporkan. Fenomena ini sering disebut sebagai fenomena gunung es, di mana hanya sebagian kecil kasus yang terlihat di permukaan.

 

“Masih terdapat kasus yang tidak terungkap karena berbagai alasan, termasuk kekhawatiran pihak tertentu terhadap citra lembaga atau lingkungan tempat kejadian berlangsung,” jelasnya.

 

Untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan kasus jelas Grace, DP3AP2KB PPU telah menyediakan layanan pengaduan melalui nomor telepon dan WhatsApp yang dapat diakses oleh korban, keluarga, maupun pihak sekolah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi kasus yang lebih serius.

 

Ia menambahkan, pencegahan tetap menjadi prioritas utama. Edukasi dan sosialisasi kepada siswa, guru, dan orang tua dinilai jauh lebih efektif dibandingkan melakukan penanganan setelah korban mengalami dampak yang berat.

Saat ini, sejumlah sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara telah menjalin kerja sama serupa.

 

“Namun, jumlahnya masih relatif sedikit. Karena itu, MoU yang dilakukan SMK Negeri 4 Penajam diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain untuk ikut membangun sistem perlindungan anak yang lebih kuat,” terangnya.

 

Ke depan ucap Grace, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar program edukasi perlindungan anak dapat menjangkau lebih banyak sekolah pada awal tahun ajaran baru. Tim khusus beserta materi pembelajaran tengah dipersiapkan agar pelaksanaan program dapat berjalan seragam dan efektif di seluruh satuan pendidikan.

 

“Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap seluruh sekolah dapat menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal tanpa adanya kekerasan dalam bentuk apa pun,” tutupnya. (adv/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *