Damayanti Sebut Kenaikan UKT Dapat Memicu Kesenjangan Akses Pendidikan

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti.(ist)

Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Damayanti, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rencana kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai dapat memicu kesenjangan akses pendidikan dan menghambat upaya mencerdaskan bangsa.

“Kenaikan UKT yang tinggi dikhawatirkan akan menyulitkan mahasiswa dan keluarga mereka dalam membiayai pendidikan. Tentu hal ini dapat menghambat akses pendidikan bagi masyarakat,” ujar Damayanti, Kamis (30/5/2024).
Menurut Damayanti, kenaikan UKT yang signifikan bukanlah solusi yang tepat. Ia menekankan pentingnya mencari alternatif lain agar pendidikan tetap dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat.

Salah satu solusi yang diusulkannya adalah pemberian beasiswa yang lebih luas dan penerapan skema pembayaran UKT yang lebih fleksibel.

“Kenaikan UKT yang tinggi bukan solusi. Kita perlu mencari alternatif lain agar pendidikan dapat diakses oleh semua kalangan,” tegas Damayanti.

Damayanti menambahkan bahwa pendidikan seharusnya menjadi alat pemersatu bangsa, bukan sebaliknya, menjadi penyebab kesulitan bagi rakyat.

“Pendidikan harus menjadi alat pemersatu bangsa, bukan alat yang menjerumuskan rakyat ke dalam kesulitan,” ungkapnya.

Ia menegaskan perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat untuk memastikan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau masyarakat luas.(wan/ADV/DPRD SMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *