Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi
PENAJAM – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, pertumbuhan tersebut masih didukung aktivitas pembangunan infrastruktur dan konstruksi di Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara sektor ekonomi lokal belum merasakan dampak yang signifikan.
Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Arif Afandi, mengatakan bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi PPU saat ini dipengaruhi pembangunan IKN. Adapun sektor pertanian dan perikanan yang menjadi potensi daerah belum berkembang secara optimal.
“Kalau melihat tren data pertumbuhan ekonomi saat ini, laju pertumbuhan ekonomi PPU sebenarnya tertinggi di Kaltim. Namun, pertumbuhan itu masih didominasi sektor infrastruktur dan konstruksi di IKN,” ujarnya belum lama ini.
Lanjutnya, pembangunan IKN belum memberikan dampak luas terhadap perekonomian wilayah sekitarnya. Investasi yang masuk ke PPU juga dinilai belum signifikan sehingga pemerintah daerah perlu memperkuat upaya menarik investor dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Salah satu langkah yang dilakukan Bapelitbang PPU bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis adalah mengusulkan program pembangunan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan pembiayaan melalui APBN.
PPU saat ini dinilai masih bergantung pada transfer pemerintah pusat yang porsinya hampir 90 persen dari pendapatan daerah. Sementara itu, pendapatan asli daerah (PAD) masih relatif stagnan dan membutuhkan inovasi untuk meningkatkan penerimaannya.
Arif menyebutkan, sektor jasa kepelabuhanan menjadi salah satu potensi yang dapat dioptimalkan. Kebutuhan logistik untuk mendukung pembangunan IKN dinilai membuka peluang bagi PPU untuk meningkatkan pendapatan daerah.
“Potensi peningkatan PAD dari sektor jasa kepelabuhanan cukup besar karena IKN membutuhkan dukungan logistik. Ini yang harus kita tingkatkan,” jelasnya.
Ia berharap penguatan infrastruktur, peningkatan investasi, dan optimalisasi potensi daerah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, perekonomian PPU tidak hanya bergantung pada pembangunan IKN, tetapi juga ditopang sektor lokal. (ADV)
