Dok. Humas Setkab PPU
PENAJAM – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai direalisasikan sebagai upaya memperkuat infrastruktur perikanan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program prioritas nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan nelayan, mulai dari penanganan hasil tangkapan hingga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi perikanan.
Tiga kawasan yang masuk dalam pengembangan program tersebut adalah Kelurahan Nenang, Tanjung Tengah, dan Api-Api. Kelurahan Nenang direncanakan menjadi pusat KNMP di PPU, sementara Tanjung Tengah dan Api-Api berperan sebagai kawasan penyangga untuk memperkuat aktivitas perikanan di wilayah pesisir.
Realisasi program ini tidak terlepas dari upaya Bupati PPU, Mudyat Noor, yang mengusulkan pembangunan KNMP kepada KKP agar kebutuhan masyarakat nelayan di daerah mendapatkan dukungan pemerintah pusat.
Kehadiran program tersebut menjadi langkah strategis karena kesejahteraan nelayan tidak hanya ditentukan oleh jumlah ikan yang berhasil ditangkap, tetapi juga oleh ketersediaan infrastruktur pendukung. Fasilitas pendaratan ikan, penyimpanan hasil tangkapan, kebutuhan perbekalan, hingga biaya transportasi turut memengaruhi pendapatan yang diterima nelayan.
Dengan dukungan infrastruktur yang lebih memadai, aktivitas perikanan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif. Penanganan hasil tangkapan yang baik juga berpotensi membantu menjaga mutu ikan sebelum dipasarkan, sehingga nelayan memiliki kesempatan memperoleh nilai jual yang lebih optimal.
Bagi masyarakat pesisir, pembangunan KNMP membawa harapan terhadap perbaikan sarana usaha dan penguatan ekonomi keluarga. Ansyar, salah seorang nelayan dari Desa Api-Api, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya program tersebut. Ia berharap pembangunan KNMP dapat memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan nelayan ke depan.
“Kami sebagai masyarakat tentunya melihat pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan skala prioritas, dan saat ini kami merasa bersyukur serta mendukung dengan adanya program KNMP ini, sehingga harapan ke depannya dapat menunjang kebutuhan para nelayan,” ungkapnya. Kamis, (22/10/2026) kemarin.
Dukungan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam pelaksanaan program. Keterlibatan nelayan dan kelompok masyarakat pesisir diperlukan agar fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna serta dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain mendukung kegiatan penangkapan ikan, pengembangan kawasan nelayan juga berpotensi mendorong tumbuhnya usaha pendukung, seperti perdagangan hasil laut, penyediaan perbekalan, pengolahan ikan, dan jasa transportasi. Peluang tersebut dapat memperluas aktivitas ekonomi lokal apabila disertai pengelolaan yang baik dan keterlibatan masyarakat setempat.
Pembangunan KNMP juga membutuhkan perhatian terhadap keberlanjutan fasilitas, termasuk pemeliharaan sarana, pengelolaan lingkungan pesisir, dan pengaturan pemanfaatan infrastruktur secara tertib. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan pada tahap awal, tetapi dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten PPU berharap pengembangan tiga kawasan Kampung Nelayan Merah Putih dapat memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok nelayan diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan perikanan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Penajam Paser Utara. (ADV)
