Bapelitbang PPU Dorong Penguatan Evaluasi Program Tangguh RT untuk Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Plt Kepala Bapelitbang PPU,  Ade Rianto Embongbulan

PENAJAM – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan perhatian terhadap penguatan pemantauan dan evaluasi Program Tangguh RT sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.

Program tersebut memberikan ruang bagi masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT) untuk menentukan kebutuhan pembangunan lingkungan berdasarkan kondisi dan prioritas wilayah masing-masing.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embongbulan, mengatakan pelaksanaan Program Tangguh RT telah mulai terlihat di sejumlah lingkungan masyarakat.

Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi penyediaan lampu penerangan lingkungan serta penanganan drainase lokal untuk mengurangi persoalan genangan air.

“Saya kira di beberapa RT itu sudah mulai bergerak, di antaranya lampu penerangan lingkunganm. Hal lain juga mungkin memperbaikan drainase kalau misalnya ada genangan dan lain sebagainya mengganggu estetika lingkungan dan kesehatan dan sebagainya,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan berbasis lingkungan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah daerah untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menentukan kebutuhan pembangunan.

Melalui mekanisme swakelola, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Meski sejumlah kegiatan telah berjalan, Ade menyampaikan bahwa Bapelitbang PPU belum memiliki gambaran menyeluruh mengenai perkembangan pelaksanaan program di lapangan.

“Namun memang sampai saat ini kami belum memantau di lapangan progress-nya seperti apa,” katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan koordinasi dan penghimpunan informasi pelaksanaan kegiatan sebagai bahan pemantauan dan evaluasi pembangunan daerah.

Dari sisi tugas dan fungsi Bapelitbang, evaluasi program diperlukan untuk melihat kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, penggunaan sumber daya, dan manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Hasil pemantauan nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan perencanaan dan penentuan prioritas program pada periode berikutnya.

Ade juga mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan program pembangunan berbasis lingkungan.

“Secara nilai mungkin saja masih jauh dari kata cukup, tapi paling tidak niatan itu sudah ada dan memang program unggulan ini sudah diwujudkan dengan mengalokasikan,” jelasnya.

Ditambahkannya, keterbatasan tersebut perlu diimbangi dengan penetapan skala prioritas agar setiap kegiatan yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat yang optimal.

Melalui penguatan pemantauan dan evaluasi, Program Tangguh RT diharapkan semakin efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga tingkat lingkungan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *