SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun telah mengidentifikasi beberapa alasan utama mengapa Kota Samarinda selalu mengalami banjir. Ditemui awak media pada Minggu (05/09/2021) di Perumahan Bengkuring Kelurahan Sempaja Timur, Andi Harun memaparkan alasannya dan solusinya.
Diketahui, daerah yang menjadi langganan banjir ialah Kelurahan Budaya Pampang, Kelurahan Lempake, Kelurahan Sempaja Timur, dan Kelurahan Gunung Lingai. Secara umum, banjir yang biasanya membuat banjir sangat tinggi adalah limpahan air dari sektor hulu Samarinda. Andi menerangkan, terdapat 3 persoalan yang menjadi pokok utama dalam penanganan banjir.
“Pertama, saluran. Kedua, pengerukan sungai harus dipastikan terus berlanjut. Ketiga, diidentifikasi sebagian air selain dari arus pasang yang terjadi tambah hujan menyebabkan aliran air hujan menuju sungai mengalami hambatan di sisi darat,” terangnya.
Limpahan air dari sektor hulu yang dimaksud adalah limpahan dari Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kertanegara. Air tersebut turun ke daerah Pampang, perlahan menurun ke Lempake, daerah Perumahan Bengkuring dan Perumahan Griya Mukti.
Andi menyatakan, Pemerintah Kota Samarinda akan mencari lahan guna membangun polder di daerah hulu Kota Samarinda. Tepatnya, di area atas Kelurahan Budaya Pampang.
“Pekerjaan polder memang tidak bisa cepat, paling cepat setahun. Kemungkinan dampak besarnya di akhir Tahun 2022 atau di awal pertengahan Tahun 2023,”jelas Andi.
Namun, Andi menginginkan agar Pemerintah Kabupaten Kukar juga perlu berupaya dalam menangani banjir. Apalagi, dilihat dari sumber banjir Kota Samarinda karena salah satu daerah di Kukar yang menjadi penyebab.
“Karena air ini dari daerah Kukar. Arah Badak Mekar masuk ke Pampang, Bendungan Benanga yang mengakibatkan ketinggian sampai 70 cm. Jadi selain kita hadang di atas, ada pengendalian dari Kabupaten Kukar,” tegas Andi. (DSH)
