SAMARINDA – Inflasi menjadi ketakutan tersendiri bagi suatu daerah. Tak terkecuali Kota Samarinda. Sehingga pemerintah daerah pun selalu berupaya dalam mengendalikan inflasi agar tak membuat perekonomian daerah hancur.
Upaya keras Pemerintah Kota Samarinda (pemkot) dalam mengendalikan inflasi membuahkan hasil. Pada Rabu (26/08/2021), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memberikan penghargaan sebagai kota terbaik dalam pengendalian inflasi di seluruh wilayah Kalimantan secara virtual.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Kabag) Pemkot Samarinda Dinvi Kurniadi, mengatakan penghargaan ini bukan menjadi yang pertama Samarinda raih. “Kita sudah dapat dari 2017, 2018, 2019, dan sekarang tahun 2020,” kata Dinvi.
Menurut data yang dihimpun, angka inflasi Kota Samarinda pada tahun 2020 sekitar 0 persen hingga 1 persen. Selama Bulan Januari hingga Bulan Juli 2021 angka inflasi terhitung rendah. Bulan Januari sebesar 0.24 persen. Bulan Februari di angka 0.11 persen, Bulan Maret di angka 0.26 persen, Bulan Mei berada di 0.23 persen, Bulan Juni di angka 0.28 persen dan Bulan Juli mengalami deflasi sebesar 0.01 persen.
Angka tersebut terhitung aman. Karena batas aman angka inflasi adalah 3 persen. “Masih dalam taraf cukup aman. Deflasi juga nggak terjun bebas, inflasi juga masih bisa ditangani baik. Batas aman itu adalah 3 persen,”lanjut Dinvi.
Upaya yang Pemkot Samarinda lakukan selama ini ialah sinkronisasi dengan informasi dan kendala di lapangan. Informasi tersebut dihimpun oleh OPD yang masuk dalam TPID diantaranya, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, DInas Koperasi, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, hingga Bank Indonesia. (DSH)
