TENGGARONG – Pemkab Kutai Kartanegara komitmen menurunkan emisi karbon.
Sekda Kukar Sunggono saat membuka FGD Sosialisasi Program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF) serta Pengelolaan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) mengatakan Kukar memiliki ekosistem lahan basah.
Karena kawasan hutan gambut yang masuk menjadi area kesatuan hidrologis gambut.
Dengan topografi demikian, Kukar kata Sunggono memiliki kawasan gambut yang berada yang merupakan ekosistem penting yang sangat kaya akan simpanan karbon.
“Dalam konteks program penurunan emisi, kawasan gambut ini dirasa perlu dikelola dan dilindungi,” ungkap dia saat membacakan sambutan dari Bupati Edi Damansyah, di Kukar di Grand Fatma Hotel, Seĺasa (16/11/2021).
Sunggono menerangkan penting FCPF-CF tidak hanya bertujuan untuk mengurangi emisi, deforestasi, dan degradasi hutan.
Tetapi juga untuk meningkatkan tata kelola lahan, kinerja pengelolaan SDA, mengembangkan mata pencaharian masyarakat adat dan
masyarakat lainnya serta melindungi habitat satwa dan tumbuhan langka yang terancam punah.
“Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan program pengurangan emisi ini dapat memberikan kontribusi berupa insentif untuk melindungi hutan dan keanekaragaman hayati di tingkat Kabupaten,” terang dia.
Sunggono menjelaskan pasca ditunjukannya Kaltim sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia untuk melaksanakan program penurunan emisi dalam skema Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka Kukar sebagai bagian dari itu akan mendukung penuh program penurunan emisi.
“Khususnya di Kutai Kartanegara (Kukar), karena cakupan wilayahnya yang bisa memberikan kontribusi terhadap program penurunan emisi,” jelas dia.
Ditambahkan Sunggono, untuk menjaga sumber kekayaan dan keunikan keanekaragaman hayati, perlu ada renovasi air dan elemen ekosistem penting dalam siklus karbon serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat lokal. (***)
