SAMARINDA – Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat terkait aturan mudik lebaran yang mewajibkan booster, sudah sangat tepat.
Syarat ini, kata dia, menjadi sinyal adanya kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada masyarakat untuk bisa melaksanakan mudik lebaran tahun ini, setelah lebih dari dua tahun masyarakat dilarang mudik, lantaran pandemi COVID-19 yang terus meningkat.
“Ini sebenarnya adalah langkah pelonggaran, dengan memperbolehkan mudik, karena sebelumnya dilarang. Tapi sekarang silahkan, kebijakan dari pusat, kita tinggal ngikut regulasi dari pusat. Ini adalah satu proses pelonggaran yang diberikan kepada mereka yang ingin melakukan mudik,” katanya ditemui usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kaltim, Senin (4/4/2022).
Dikatakan, aturan mudik yang sebelumnya dibuat oleh pemerintah pusat tidak jauh berbeda dengan aturan yang diberlakukan pada awal Ramadan tahun ini. Bedanya, kata Andi, hanya wajibnya melakukan booster bagi pemudik.
“Selama ini ketentuan terkait pelaku perjalanan tetap melakukan pengujian tes PCR dan antigen, nah ini bagi mereka yang sudah 3 kali vaksin dan booster, bisa tanpa melakukan mudik. Selebihnya lainnya sama, yang baru dua kali minimal antigen, yang sekali PCR. Begitu kebijakannya, nah kalau yang sekarang ini sudah tes, sehingga tidak harus melakukan antigen atau PCR. Dengan harapan, mereka yang melakukan perjalanan ini memiliki kekebalan yang cukup, sehingga tidak membawa virus kemana-mana,” bebernya.
Andi mengatakan, dengan wajibnya booster bagi pemudik akan meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan vaksin.
“Pernyataan kemarin itu memang yang boleh mudik adalah mereka yang sudah booster saja, tapi apakah ini diluar yang mudik ataukah pelaku perjalanan luar, nah apakah mudik ini sama dengan pelaku perjalanan luar. Tapi dengan kebijakan ini, sebenarnya juga bagus untuk mendorong masyarakat mau vaksin ataupun booster. Biasanya di tempat vaksin mulai sepi, tapi sekarang sudah ramai kembali karena banyak yang ingin mudik. Artinya tetap diberi peluang untuk mereka melakukan aktivitas, sambil kita mengejar vaksinansi. Dengan harapan jika itu terpenuhi maka kita bisa beraktivitas seperti biasa, paling yang membedakannya adalah masker,” pungkasnya. (*)
