SAMARINDA – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal mengungkapkan Indeks melek digital atau Indeks Masyarakat Digital (IMD) Indonesia Tahun 2022, Provinsi Kaltim menduduki peringkat empat nasional dan tertinggi setelah Jawa dan Bali.
Dikesempatan itu juga, banyak prestasi-prestasi yang diraih Pemprov Kaltim terutama Indeks Literasi Digital Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2022 berhasil bertahan pada angka 3,62 dan berada di posisi tiga besar nasional.
“Satu sisi kita banggalah, bahwa arus digitalisasi positifnya masih banyak. Masyarakat kita masih banyak yang memanfaatkan saluran ini untuk peningkatan wawasan dan juga ekonomi. Ekonomi digital sebuah peluang yang luar biasa, dan itu sudah kita rasakan,” ungkap Faisal, Sabtu (10/6/2023).
Faisal selalu optimis bahwa ditengah derasnya arus digitaliasi ini, masyarakat Kaltim masih banyak yang sudah merasakan manfaat yang positif dari sebuah kemajuan teknologi (digitalisasi). Apalagi memanfaatkan ekonomi digital, itu merupakan sebuah peluang usaha yang menjanjikan dijaman seperti ini.
Kemudian banyak Permasalahan lainnya yang dihadapi, diantaranya juga mengenai serangan judi online, yang mana kerap kali menyerang website vital terutama berkaitan dengan keamanan jaringan atau siber berisikan data-data penting Pemerintah.
“Hati-hati kawan kawan, rekam jejak digital itu kejam. Hati-hati dimedsos. Mari untuk memulai ini, dari diri kita sendiri. Ubah mindset digital kita ke arah positif. kemudian perkokoh lingkungan terdekat, terutama keluarga. setelah itu ke lingkup yang lebih besar. Kalau semua orang melakukan hal ini Insha Allah clear ini,” ucap Faisal.
Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam bermain gadget handphone terutama media sosial apapun itu salurannya. Karena jika kita salah menggunakannya, tidak bijak, “jempolmu harimaumu” itu bisa terjerat UU ITE. (Adv/diskominfo kaltim/dtn)
