SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti membeberkan sejumlah faktor yang diduga kuat menjadi penyebab tingginya angka stunting di Samarinda. Dari data yang ia terima, saat ini angka stunting masih mencapai lebih dari 25 persen. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kondisi ekonomi, hingga faktor turunan.
Selain itu penyebab stunting atau pertumbuhan anak yang mengalami hambatan juga bisa disebabkan oleh kondisi sosial di lingkungan keluarga, yang menurutnya memiliki andil yang cukup besar. Oleh karenanya, ia menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dalam mengatasi persoalan stunting.
“Memang sangat variative, bisa dari masalah kesehatan yang belum terjamin, persoalan sosial, hingga kendala ekonomi yang harus dihadapi keluarga hingga terpengaruhinya upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan gizi,” bebernya.
Politisi Partai Demokrat ini melanjutkan, ketahanan pangan, dan ketahanan keluarga yang menjadi prioritas utama yang harus dikerjakan oleh pemerintah. Namun bukan hanya Pemkot Samarinda, namun semua pihak yang berkaitan harus bisa bekerja sama dan berkolaborasi untuk menangani persoalan stunting di Kota Tepian.
Untuk informasi angka stunting yang tercatat di tahun 2023 ini pun melebihi target yang sebelumnya sudah ditetapkan. Karena pada tahun 2023 ini, Pemkot Samarinda menargetkan angka stunting bisa ditekan hingga 17,9 persen. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
