KUKAR – Dikalangan komunitas seni siapa yang tak mengenal sosok zairin zain, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tenggarong yang juga berkiprah di dunia seni.
Pria kelahiran samarinda tahun 1971 ini ternyata mengasah bakat seninya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), berawal dari kegemarannya membaca karya puisi membuatnya terjun ke dunia teater.
Agus Dwirijanto Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong mengomentari tentang beliau ini sebagai sosok yang inspiratif.
“Umur baginya hanyalah sebuah angka, produktivitasnya terus jalan dan berkembang,” ucapnya.
Bagi pria yang telah mengabdi 34 tahun di pemasyarakatan mengisahkan bagaimana ia bisa juga terjun ke dunia penegakkan hukum.
“Bukan karena terpaksaan tapi karena ingin mengabdi dan memberikan sumbangsih bagi negara,” ungkapnya.
Dalam hal karyanya walaupun banyak sebagai penampil di panggung teater dan puisi, ia sempat membuat film yakni Bapakku Mulang (2016) dan Bescov (2022).
Bahkan film yang terakhir dibuatnya mendapatkan apresiasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan karena dibuat di dalam Lapas Kelas II A Tenggarong dan melibatkan beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas bahkan ada beberapa pemainnya mantan WBP.
“Bangga pasti, karena filmnya dibuat di lapas tenggarong dan melibatkan warga binaan serta petugas lapas juga,” tutur Agus Dwirijanto.
Agus Dwirijanto juga menambahkan, ia berharap semangat ia (zairin zain) bisa menular kepada seluruh petugas sehingga memberikan dampak positif secara pribadi maupun institusi.
Bahkan di awal tahun 2024, bapak dari 2 (dua) anak ini mendapatkan tawaran untuk bermain film bersama dengan salah satu rumah produksi dari jakarta.
Saat disinggung tentang membagi waktu antara tugas sebagai ASN dengan aktivitasnya sebagai seniman. Dimana ia (zairin zain) sejak tahun 2019 menjabat sebagai kepala subseksi kegiatan kerja dan pengelolaan hasil kerja.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala dan bisa berjalan bersama-sama,” tutupnya. (*)
