KUKAR – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2022 ini menganggarkan sekitar Rp 6 miliar untuk bantuan bedah rumah kecil-kecilan terhadap perumahan kumuh yang ada di dua kecamatan di Kukar.
Hal itu diungkapkan langsung Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin kepada awak media. Kamis, (20/1/2022).
Dikatakan Rendi, bantuan tersebut namtinya akan disalurkan pada sekitar 500 rumah yang ada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Samboja dan Kecamatan Muara Kaman.
“Jadi masing-masing kecamatan ada 250 rumah yang akan dibantu nanti,” ungkapnya.
Lanjut dia, bantuan tersebut nantinya akan menyasar perkampungan yang dianggap kumuh dan memiliki sejumlah masyarakat yang tergolong kategori masyarakat miskin.
Menurutnya, orang miskin terbanyak bukan dari sisi pendapatan keluarga, melainkan kondisi rumah layak huninya yang masih tidak memadai sebagai tempat tinggal dan bantuan yang akan diberikan pemkab itu berdasarkan data masyarakat miskin yang pemerintah miliki.
“Orang miskin itu bukan dari segi pendapatan, melainkan faktor variabel lainnya juga diantaranya sanitasi atau WC yang banyak penduduknya yang berada di pinggir sungai, jadi WC mereka memang tradisional sekali,” jelasnya.
Oleh karena itu, bantuan yang diberikan tersebut bukanlah merupakan program bedah rumah besar-besaran, melainkan membantu masyarakat secara swadaya yang masih perlu bantuan untuk perbaikan rumah warga miskin tersebut.
“Untuk melakukan swadaya bedah rumah kecil-kecilan, untuk rumah yang masuk kategori keluarga miskin atau kampung kumuh. Tapi paling tidak menjadi variabel daerah miskin untuk memperkecil zona kampung kumuh itu,” tutup Rendi.(ky/red)
