Raih 5 Emas dan 2 Perunggu, Pertina PPU Tegaskan Tak Ada Sentuhan dari Pemkab di Kejurprov Tinju Junior

PENAJAM – Tim Tinju dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukan taringnya setelah hampir lima tahun vakum dari kejuaraan.

Dalam kejuaraan Provinsi Kaltim (Kejurprov) Tinju Junior yang diselenggarakan di aula serbaguna GOR Segiri Samarinda pada Selasa (26/1/2022) lalu, tim tinju junipr PPU berhasil menyabet 5 medali emas dan 2 perunggu dalam ajang tersebut.

Hal iti diungkapkan Ketua Harian Persatuan Tinju Nasional (Pertina) PPU, Anugrah Rachmadi kepada awak media. Sabtu (229/1/2022).

Dikatakan Anugrah, strategi kemenangan yang utama dilakukan oleh tim dari PPU yakni dengan modal utama adalah menanamkan keyakinan Kepada setiap diri atlet yang akan bertanding bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan potensi Pada setiap dirinya. Sehingga menurut dia, untuk menggali potensi tersebut usaha dan perjuangan lah kuncinya sehingga apa yang dilakukan tidak akan pernah membohongi terhadap Hasil dan target yang hendak dicapai.

“Hal tersebut dilakukan setiap pertemuan guna menciptakan mental juara bagi setiap atlet dengan acap pasti menanamkan jiwa yg disiplin terhadap waktu dan konsisten dalam berlatih,” ujarnya.

Dalam hal taktik kata dia, pihaknya mengembangkan tiga filosofi, yang pertama yaitu “Sadar Ruang” atau know your opponent yang mana menggunakan teknik responsif deffence di babak awal guna memetakan lawan yg di hadapi. Kedua, “Sadar Waktu” atau Knowing Time yakni mengetahui kapan waktu yg digunakan untuk bertahan dan menyerang lawan

“Dan yang ketiga, “Sadar Posisi” atau Positioning yakni memanfaatkan sudut ruang ring untuk bertahan dan ruang tengah untuk menyerang lawan,” paparnya.

Dalam prosesnya ucap Anugrah, pihaknya juga mendapati beberapa kendala yakni dukungan dari pemerintah daerah khususnya dalam hal ini adalah dukungan anggaran baik dalam hal pembinaan maupun kompetisi.

“Kita Ketahui bahwa cabang olahraga atau cabor merupakan olahraga prestasi yang dalam perjalanannya membawa nama baik daerah ketingkat yang lebih tinggi di atasnya, sehingga seyogyanya Pemda memberikan perhatian khusus bagi masyarakat olahraga yang membawa nama baik daerah,” terangnya.

Sebagai contoh tegasnya, juara umum yang pihaknya dapatkan dalam ajang Kejurprov Junior 2022 ini yang akan mereka bawa pulang kedaerah asal yakni Penajam Paser Utara belum mendapatkan sentuhan sedikitpun dari pemerintah daerah.

“Padahal kami membawa nama daerah, sangat disayangkan kondisi seperti ini padahal kita memiliki atlet-atlet potensial dan pelatih-pelatih yang profesional dalam membina atlet-atlet yang ada,” tegasnya.

Namun kata dia, apapun itu pihaknya tetap bersyukur dengan kondisi yang ada dengan modal keberangkatan seadanya dari dukungan senior-senior tinju di PPU, para pelatih dan orang tua para atlet pihaknya masih bisa ikut berkompetisi di ajang Kejurprov Junior ini.

“Saya mewakili seluruh pengurus cabor Pertina PPU mengucapkan terimakasih atas dukungannya para pecinta tinju di daerah,” jelasnya.

Kedepan tegas Anugrah, jangan pernah sesalkan dan salahkan pihaknya selaku penggiat olahraga jika terjadi transaksi mutasi atlet ke luar daerah karena alasan potensi yang dimiliki atlet-atlet PPU, namun tidak bisa berlaga karena tidak adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah.

“Kasihan bibit-bibit atlet yang berpotensi ini jika tidak terus dibina,” katanya.

Dirinya berharap, kedepan bagi para atlet untuk tetap mempertahankan juara yang telah diraih dengan tetap disiplin dan konsisten dalam berlatih untuk bisa berlaga di kelas dan kejuaraan yang lebih tinggi diatasnya.

“Dan jangan lupa untuk banyak berdoa agar mendapatkan perhatian serta dukungan dari Pemerintah Daerah Penajam Paser Utara atas prestasi yang diraih,” harapnya.(ky/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *