SAMARINDA – Kepala Bidang Humas KONI Kaltim, Zulkarnain mengatakan tudingan Sugeng yang mengatakan ada rekayasa dalam Rakerprov KONI Kaltim menyinggung banyak orang.
Tudingan itu kemudian berujung inseden adu jotos.
“Kalau memang kita merekayasa tidak mungkin kita kasih kesempatan Sugeng untuk maju, kita belum memutuskan hasil pleno di komisi I, ketika mau disahkan sugeng dengan lantang menyatakan bahwa itu direkayasa akhirnya menyinggung banyak orang. Rekayasa seperti apa?,” ungkap dia saat memberi keterangan pers di Samarinda, Senin (31/1/2022).
Sugeng menuding ada rekayasa tata cara penyaringan calon ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) Kaltim yang baru.
Zulkarnain bilang tudingan itu tidak dapat dipertanggung jawabkan dan tanpa dasar.
Sebab, pelaksanaan rapat tata tertib Komisi I yang dipimpin langsung oleh Andi Harun berlangsung tertib.
Bahkan, Zulkarnain juga memperlihatkan hasil video rapat yang berjalan lancar.
Zulkarnain juga menjelaskan bahwa tudingan yang dilontarkan oleh Sugeng sebagai Pengurus Bidang Organisasi PELTI itu pun sempat diklarifikasi oleh Sekretaris Pengprov PELTI Kaltim bahwa tidak ada keberatan.
“Bahkan kemarin langsung Sekretaris PELTI tidak ada merasa ada rekayasa,” jelasnya.

Diketahui pula, jika pihak Sugeng telah membuat laporan ke kepolisian atas keributan yang terjadi pada Rakerprov 2022 di Hotel Aston Samarinda pada Sabtu (29/1/2022) lalu.
Atas laporan yang dilayangkan Sugeng itu, Kepala Bidang Hukum Olahraga, Musrifin mengaku pihaknya menghargai tindakan tersebut. Meski begitu, ia juga menyebutkan tetap akan melakukan jalur mediasi.
“Ini kan saudara sendiri yang bertengkar. Jadi kita akan berupaya sambil berlangsung di kepolisian kita juga akan melakukan mediasi kedua belah pihak,” sebutnya.
“Kita ikuti prosesnya dan tentu pihak KONI akan tetap melakukan pendampingan kepada yang dilaporkan,” pungkasnya. (*)
