SANGATA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur diminta lebih fokus menuntaskan persoalan masyarakat yang ada di kecamatan.
Pemuda Asal Kaubun, Hasrul Saleh mengatakan selama ini pemkab maupun pemprov terkesan mengabaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Dia membeberkan, persoalan yang dialami 5 kecamatan di daerah pemilihan IV Kutim yakni Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, Kaubun dan Karangan sering terabaikan.
Misal, kurangnya akses infrastruktur maupun kebutuhan-kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, dan jaringan komunikasi yang menghambat laju perkembangan daerah-daerah tersebut.
“Padahal setiap kecamatan memiliki potensi dan persoalan yang berbeda-beda dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambanhan batu bara lengkap berada di wilayah tersebut,” ungkap dia kepada awak media, Rabu (16/3/2022).
Bahkan, kata dia, Kecamatan Sandaran merupakan salah satu kecamatan yang masih terisolir karena akses jalan darat yang sampai saat ini belum ada. Ditambah minimnya akses pelayanan kesehatan dan pendidikan layak dan moderen.
“Hal ini memunculkan anggapan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan sektor kesehatan dan pendidikan yang terus digaungkan,” tegas dia.
Lebih jauh, keberadaan perusahan tambang batu bara yang bisa berskala sedang sampai berskala besar pun, terkesan tidak berbanding lurus dengan kemajuan wilayah-wilayah ini.
“Bahkan hadirnya pihak swasta semakin menambah beban bagi masyarakat yaitu dengan rusaknya infrastruktur jalan, tercemarnya air bersih yang digunakan masyarakat tapi hal ini pun luput dari perhatian pemerintah,” beber dia.
Terlebih kewajiban bagi setiap perusahan dalam melaksanalan tanggungjawab sosial dan lingkungan atau CSR bagi masyarakat sekitar pun tak tampak.
Pengelolahan anggaran CSR yang tak transparan memunculkan kecurigaan bagi masyarakat bahwa alokasi anggaran CRS, hanyalah omong kosong belaka.
“Maka dari itu pemerintah daerah harus lebih fokus terhadap apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat di setiap kecamatan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk segala sektor,” pungkas sarjana lulusan Unmul Samarinda ini. (*)
