Program Jeng Rinda Bawa Berkah : Dari Lingkungan Hingga Rekor MURI   

SAMARINDA – Salah satu program unggulan Andi Harun-Rusmadi Wongso di sektor lingkungan, program Jelantah Membangun Samarinda (Jeng Rinda), mendapatkan ‘durian runtuh’. Yaitu, pemberikan rekor MURI atas pengumpulan minyak goreng jelantah terbanyak se-Indonesia. Pemberian ini diterima Wali Kota Samarinda Andi Harun di Ballroom Hotel Aston Samarinda pada Kamis, (7/4/2022).

Diketahui, selama satu bulan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda bersama mitra kerja PT Garuda Sinar Perkasa (GSP) melakukan pengumpulan donasi berbentuk limbah jelantah di seluruh 10 kecamatan 59 kelurahan se-Samarinda. Selama sebulan, minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan seberat 14.362 kilogram dengan total Rp 100.540.300,-.

Andi Harun mengakui dirinya bahagia atas prestasi yang diraih DLH atas upayanya selama ini. Dikarenakan,limbah jelantah ini jika dibuang maka akan mencemari lingkungan. Terutama kualitas air di sungai, bahkan menjadi penyumbatan. Limbah yang bisa ditampung dan didonasikan ini akan memberikan dampak kualitas hidup dan dampak ekonomi pula.

“Pengumpulan dan pemanfaatan kembali minyak jelantah memberikan manfaat penting. Baik sisi ekonomi dan kesehatan lingkungan. jika dibuang, akan menyebabkan kerusakan lingkungan atau kerusakan kualitas air. akan menyebabkan penyumbatan air.”

“Senang atas pencapaian DLH beserta mitranya PT GSP beserta relawan atas pencapaian rekor MURI. Selain bermakna ekonomis, program ini juga menjadi langkah penyelematan keberpihakan peningkatan kualitas hidup kita,”terang Andi.

Andi berharap program Jeng Rinda tidak hanya berhenti sampai di sini. Namun, Jeng Rinda akan berlangsung seterusnya menggunakan sistem bisnis. Yaitu, badan usaha milik RT. Memang, badan usaha milik RT ini juga menjadi salah satu program unggulan AH-Rusmadi.

Ditambahkan oleh Kepala DLH Samarinda Nurrahmani, bahwa program ini bisa berhasil atas kerjasama dengan pihak PT GSP dan 125 relawan dari unsur mahasiswa.

“Melaksanakan door to door kepada masyarakat untuk melakukan edukasi terhadap pentingnya kesadaran akan lingkungan dengan tidak membuang limbah jelantah ke lingkungan dan mulai didonasikan untuk Jeng Rinda,”katanya.

Yama, panggilan akrabnya, menyatakan hasil donasi ini akan digunakan untuk pembangunan kampung wisata Jeng Rinda yang berada di RT 32 Bukit Steling, Samarinda.

“Kita mencoba membangun partisipasi masyarakat dengan satu item untuk kampung wisata di Gunung Steling. Jadi setelah dikumpulkan, dapat sekitar hampir 15 ton dengan nilai 100 juta lebih.”

“Kita sudah rancang di lapangan yang mana diperbaiki. Kita buat spot foto dan lain-lain,” papar Yama.

Pembangunan kampung wisata ini direncanakan akan digarap setelah Idul Fitri 1443 Hijriah ini atau di Bulan Mei 2022.(DSY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *