Melalui Fuel Card, Masalah Antri Solar Mengecil

SAMARINDA – Akhirnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyetujui PT Pertamina Patra Niaga menerapkan Fuel Card 2.0 guna membatasi volume pengisian solar untuk tiap truk. Penerapan Fuel Card secara perdana dilakukan di SPBU Tanah Merah pada Selasa, (26/4).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, pun hadir ketika peluncuran Fuel Card 2.0 ini. Andi mengatakan bahwa dirinya telah mengeluarkan surat edaran resmi yang mengatur pengendalian pendistribusian jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) solar dan jenis BBM khusus penugasan (pertalite) di Kota Samarinda.

Ia apresiasi langkah Pertamina untuk membuat fuel card. Karena ini sebagai upaya awal memutus rantai antrean minyak yang kerap memakan hak kendaraan lainnya.

“Karena ini menyangkut keselamatan jiwa dan Pertamina harus ikut berkontribusi membantu pemerintah daerah,” kata orang nomor satu di Samarinda.

Meskipun fuel card ini menjadi langkah awal, Andi tetap meminta Pertamina untuk tidak ragu dalam menjalankan tugasnya menertibkan pengantre solar.

“Kalau melanggar tutup, sekalipun yang punya anak pejabat. Saya tidak bangga kalau hanya ditutup satu, harusnya semua ditutup kalau melanggar,” tegas Andi.

Di kesempatan yang sama, Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gusti Anggara Permana menjelaskan bahwa sudah ada 7154 orang yang mendaftar untuk menggunakan fuel card. Kemungkinannya, ada penambahan lagi dari luar kota.

“Karena dari luar kota juga kami terima. Biasanya, mereka juga mengantre di Samarinda,” jelas Gusti.

Ia memastikan Fuel Card 2.0 mampu membatasi antrean yang ada di luar SPBU. (DSY/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *