SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyerahkan paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu terdampak COVID-19, di ruang Ruhui Rahayu lantai 1 Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (27/4/2022).
Paket bantuan COVID-19 tersebut berasal dari SKK Migas, senilai total Rp 312 juta.
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dalam sambutannya menyampaikan, ada tiga peran penting berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Yakni pemerintah, organisasi masyarakat dan pengusaha. Yang mana, dari masing-masingnya memiliki tugas dan peran berbeda.
Dibutuhkan kerjasama yang baik untuk dapat saling melengkapi tujuan untuk membangun negara lebih baik.
“Jika ini dilakukan, tidak ada masyarakat miskin di Indonesia,” katanya.
Di Kaltim, kata dia, banyak perusahaan besar yang mendapatkan keuntungan dari usahanya, tetapi perhatiannya terhadap masyarakat sekitarnya dinilai masih kurang.
Tercatat, ada 10 perusahaan besar yang mengantongi Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batu Bara (PKP2B) dan ratusan perusahaan batu bara kecil. Namun, CSR yang disalurkan setiap tahunnya tidak juga meningkat. Sementara, CSR dari PKP2B lainnya terus meningkat setiap tahun.
“Ada 30 PKP batubara, ini terbesar di Indonesia, ditambah ratusan IUP. Kalau mereka bekerja serius memberikan bantuan, harusnya di Kaltim tidak ada masyarakat miskin,” katanya.
Wagub Hadi Mulyadi berharap, perusahaan-perusahan yang berdomisili di Kaltim dapat membantu masyarakat yang ada di sekitarnya, sebagai wujud kepedulian pada sesama.
“Kepedulian ini jika tidak dilakukan, maka tidak mungkin akan besar. Jadi, siapapun kita, pemerintah, TNI-POLRI, perusahaan kalau ingin membangun negara ini dengan baik, maka harus ada pengorbanan. Semoga dengan kepedulian ini bukan hanya sekedar simbol, tapi harus ditiru oleh perusahaan lainnya,” katanya.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK mengapresiasi dilaksanakannya penyerahan bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
Menurutnya, kepedulian sosial dari perusahaan di Kaltim harus mencakup seluruh masyarakat. Tidak hanya masyarakat di perkotaan, tetapi juga hingga pelosok-pelosok kabupaten.
“Harapan saya, kepedulian ini bisa dilakukan di 10 kabupaten/kota juga, karena di sana juga ada peranannya. Apalagi yang menyangkut masalah migas ini, karena kita terbesar setelah Aceh. Maksud saya, bagaimana kita melihat masyarakat Kaltim yang masih membutuhkan perhatian. Bukan hanya memberikan beras saja, tetapi juga pemberian CSR dalam bentuk lain dilakukan, seperti penanganan banjir, bencana, infrastruktur, kesehatan dan sebagainya,” katanya.
Manager Administrasi dan Keuangan SKK Migas Lely menyebut, untuk tahun 2022 ini, pihaknya melakukan pembagian sebanyak 1.247 paket bantuan yang dibagikan kepada masyarakat di 6 wilayah kabupaten/kota di Kaltim.
“Paket bantuan kami sebar di Samarinda, Kukar, Balikpapan, PPU, Kutai Timur dan Sangasanga yang merupakan bahan pokok penting senilai total Rp 312 juta. Semoga bantuan ini meringankan masyarakat,” ujarnya.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, Asisten Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kaltim Deni Sutrisno, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim Agus Hari Kesuma, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim C Benny, Kapolresta Samarinda Kompol Ary Fadli dan Unsur Forkompinda Kaltim. (*)
