SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim berupaya meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan seluruh desa yang ada di 10 kabupaten/kota di Kaltim.
Upaya ini digencarkan untuk dapat memenuhi target peringkat ke lima nasional pencapaian indikator Indeks Desa Membangun (IDM).
Pasalnya, di tahun 2021 lalu, Pemprov Kaltim hanya mampu menembus peringkat keenam nasional atas capaian IDM.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kaltim Syirajudin mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memaksimalkan program-program kerja yang telah dibuat untuk dilaksanakan, guna pembangunan desa yang lebih merata dan sejahtera.
“Jika memang belum bisa tembus di atas peringkat enam, ya bertahan saja sudah syukur. Karena dalam membangun desa itu bukanlah hal yang mudah, sehingga perlu dukungan berbagai pihak,” ujarnya (12/5/2022).
Masih kata dia, untuk mendapatkan predikat keenam IDM Nasional bukanlah sesuatu yang mudah. Terlebih ada tahapan penilaian yang harus dilalui, dengan mengacu pada laporan Tenaga Pendamping Profesional terkait Progres Capaian Pemutakhiran Data IDM.
Data laporan terakhir, Kaltim tetap diperingkat keenam nasional, dimana Kaltim masih berada di posisi tertinggi dibandingkan capaian indikator IDM yang sama dari daerah-daerah di pulau Kalimantan.
“Capaian ini tidak terlepas dari keterlibatan dan peran DPMPD Kaltim, DPD/DPMK dan Tenaga Pendamping Profesional yang melakukan pendampingan di desa. Di harapkan, IDM kita terus meningkat kedepannya, sehingga rangking secara nasional ikut meningkat,” ujarnya.
Dia berharap, peningkatan kesejahteraan masyarakat desa terus membaik.
“Karena IDM menjadi tolak ukur keberhasilan pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” pungkasnya. (Nys/ADV Diskominfo Kaltim)
