SAMARINDA – Pimpinan Daerah (Pimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kaltim akan menggelar diskusi bertema politik asyik ala PKN, pekan depan, Sabtu (25/2/2023).
Kegiatan tersebut akan menyasar kelompok milenial dan dikemas dengan suasana santai, sambil ngopi bareng. Selain milenial, pun melibatkan banyak unsur lain termasuk tokoh masyarakat, penyelenggara pemilu, hingga masyarakat umum.
“Kita mulai ngobrol yang ringan-ringan. Bahwa politik itu jangan terlalu serius. Bahwa sesunggunya, politik itu asyik. Karennya, kami ingin ajak para milenial agar terjun ke dunia politik,” ungkap Ketua Harian Pimda PKN Kaltim, Marwan saat ditemui awak media di kantor PKN Kaltim, Jalan AW Sjahranie, Sabtu (18/2/2023) sore.
Marwan mengatakan diskusi tersebut akan digelar secara outdoor (luar ruangan) menggunakan halaman belakang kantor PKN Kaltim. Tempat itu, kata dia, cukup representatif digunakan untuk diskusi-diskusi santai karena suasana mendukung.
Dalam diskusi tersebut, Marwan mengatakan pihaknya bakal melibatkan kelompok-kelompok muda dari beragam organisasi termasuk organisasi mahasiswa. Turut serta dilibatkan para caleg PKN serta pengurus pincab PKN terdekat yaitu Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara.
Marwan menjelaskan posisi penting kelompok milenial. Bahwa, mereka merupakan generasi penerus bangsa. Mereka tak boleh menjauhi politik. Jika, ingin membuat perubahan, maka politik menjadi jalur pun jawaban atas perubahan itu.
“Tahun 2024 nanti, kita punya bonus demografi yang cukup besar. Mereka merupakan bagian atau kelompok terbesar dari penduduk Indonesia. Jika, mereka alergi terhadap politik, bagaimana mungkin mereka bisa bicara dengan masa depannya,” terang dia.
Bahkan, suara kelompok milenial yang tercatat sebagai pemilih baru dalam pemilih 2024 nanti, sebanyak 60 persen suara. Artinya, kedudukan para milenial ini sangat berpengaruh pun penentu masa depan bangsa, termasuk Kaltim.
“Kami ingin ajak mereka, ayok kita asyik-asyik aja. Biar mereka enggak berpikir politik terlalu berat, politik terlalu rumit bicara masalah negara dan lainnya. Sudah lah sini kita diskusi, kita coba mulai dari mereka, apa yang mereka perlukan,” terang mantan Ketua NasDem Kukar ini.
PKN Kaltim hadir dalam rangka itu, sekaligus mewadahi suara-suara milenial agar melek politik dan mendorong mereka agar bisa mengambil mengambil peran dalam politik.
“PKN coba menawarkan sesuatu asyik, ayok sama-sama kita duduk satu meja, sama-sama kita bicarakan apa yang perlu kita lakukan untuk Kaltim ke depan,” tegas dia.
Marwan menjelaskan, PKN Kaltim akan menawarkan gagasan perubahan bagi kelompok milenial. Diskusi politik asyik ala PKN ini, dalam rangka untuk itu, sekaligus mewadahi mereka, menampung aspirasi, agar kelompok milenial ini lebih aktif mengambil peran dalam perpolitikan lokal maupun nasional.
“Kami juga sebenarnya ingin dengarkan apa aspirasi para milenial ini, menggali potensi mereka, juga mengajak mereka agar bisa melakukan sesuatu bersama yang bermanfaat untuk Kaltim dan Indonesia,” tutup dia. (*)
