SAMARINDA – Sebanyak 75 peserta dari 37 OPD di Lingkungan Kaltim mengikuti pelatihan aplikasi Sentral Analitik Data di Harris Ventur Jakarta, Rabu (14/6/2023).
Pelatihan aplikasi Sentral Analitik Data (Senada) yang dilaunching Diskominfo Kaltim ini, akan menjadi penghubung antar aplikasi-aplikasi yang dikelola masing-masing perangkat OPD di lingkungan Pemprov Kaltim.
“Sebanyak 75 orang peserta yang terdiri dari penanggung jawab data dan operator dari 37 Perangkat Daerah Lingkup Pemprov Kaltim, serta narasumber dari Diskominfo Kaltim dan PT. Arion Indonesia,” Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Prov Kaltim M. Syirajudin.
Syirajudin mengatakan salah satu hal mendasar yang menjadi perhatian khusus adalah terkait data dan pengelolaannya. Data merupakan hal penting bagi setiap pemangku kebijakan untuk menetapkan suatu kebijakan, sehingga keberadaan data sangat krusial.
“Data yang baik dan lengkap akan sangat mendukung pimpinan dalam menentukan arah kebijakan” imbuhnya.
Selain launching aplikasi Senada, pada kegiatan ini juga dilaunching dua aplikasi lainnya yakti aplikasi Digital Signature Kaltim beserta versi Android Mobile dan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aplikasi dan Domain (Simain).
Dirinya meyakini dengan penggunaan aplikasi Senada dan penerapan dashboard analytics berbasis data warehouse yang efektif, akan mampu mencapai perubahan positif dalam berbagai sektor pembangunan di wilayah Kaltim.
“Peserta harus bisa memanfaatkan maksimal hasil dari kegiatan hari ini. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan potensi data yang dimiliki. Senada juga akan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pengumpulan, penyimpanan dan analisis data yang kita lakukan di lingkungan Pemerintah Daerah,” jelas Syirajudin.
Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal dalam laporannya menyebut, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari pengadaan aplikasi dashboard analitik sebagai aplikasi warehouse data. Aplikasi Senada ini menjadi komitmen dalam menerapkan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data Pemerintah Daerah.
“Kita tidak bikin aplikasi-aplikasi baru lagi sesuai instruksi Presiden. Namun, Senada ini bisa digunakan untuk data-data yang dikelola Pemerintah dapat digunakan bersama-sama dalam sebuah platform dashboard baik dalam format MAP Thematic maupun data grafis,” ungkap Faisal. (Adv/diskominfo kaltim/dtn)
