SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim menyebut pengadaan Pasar Murah, atau operasi pasar yang selama ini dilakukan untuk menekan kenaikan harga bahan pokok bukanlah solusi yang serius. Pasalnya, ia menilai keputusan tersebut dikeluarkan sebagai solusi jangka pendek, yang tidak menangani permasalahan hingga ke akarnya.
Ia mengungkapkan, semestinya pemerintah bisa mengetahui apa yang menjadi akar dari naik turunnya harga pangan di pasaran. Dengan begitu, barulah pemerintah bisa mengambil langkah yang tepat sebagai solusi dari persoalan tersebut.
“Misalnya, masalahnya di jalur distribusi, atau ketersediaan stok di pasar. Itu yang harus dipikirkan bagaimana cara untuk menanganinya,” ujarnya, pada Rabu [18/10/2023].
Sebelumnya ia sempat mengusulkan pengoptimalan program Urban Farming di level masyarakat. Dengan begitu, setidaknya beberapa jenis bahan pokok yang kerap menjadi penyumbang inflasi bisa disediakan secara mandiri oleh masyarakat yang melakukan Urban Farming.
“Jadi kalau ketersediaan stoknya terbatas, tidak diperburuk dengan tingginya permintaan, yang membuat harga jadi meroket,” sambungnya.
Untuk informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim per Oktober 2023 lalu inflasi di Kaltim yang dihitung dari Indeks Harga Konsumen (IHK) di Samarinda dan Balikpapan, menunjukkan inflasi di Kaltim sebesar 0,19 persen atau 2,68 persen inflasi tahun kalender. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
