Pendidikan di Wilayah Pelosok Tetap Jadi Fokus Perhatian DPRD Kaltim

Ilustrasi sekolah di daerah pelosok Kaltim. [ist]

SAMARINDA – Rencana Pemprov Kaltim untuk membangun 5 satuan pendidikan baru di beberapa daerah di Kaltim sempat menuai sorotan. Pasalnya tiga dari lima satuan pendidikan tersebut dibangun di wilayah perkotaan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan pelosok tetap akan menjadi perhatian DPRD Kaltim.

“Misalnya di Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Kedua daerah itu juga masih menjadi perhatian kami,” terangnya, Senin (30/10/2023).

Namun diakuinya, proses pembangunan sekolah tidak bisa berjalan dengan mudah. Karena kerap kali dalam prosesnya, pembangunan sekolah harus terkendala pembebasan lahan, atau status lahan yang belum sepenuhnya clear and clean.

Ia mencontohkan proses pembangunan SMK Negeri 7 Balikpapan yang sempat mengalami kendala lantaran urusan lahannya baru selesai di akhir tahun 2022 lalu.

“Tahun ini kami dorong lagi untuk pembangunan fisiknya,” lanjut dia.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdbud) Kaltim, Muhammad Kurniawan.

Ia memastikan Pemprov Kaltim akan terus memberikan perhatian khusus terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok, termasuk di wilayah perbatasan, demi pemerataan mutu satuan pendidikan.

“2024 nanti kami alokasikan anggaran khusus untuk pembangunan dan penamabahan ruang kelas di daerah-daerah pedalaman,” tutupnya. (sia/ADV DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *