SAMARINDA – Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu negara.
Namun, di tengah keberagaman permasalahan yang muncul, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menyoroti beberapa masalah pokok yang perlu mendapat perhatian serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kota tersebut.
Dalam pernyataannya, Sani mengungkapkan bahwa masih ada tiga masalah utama yang harus segera dibenahi agar pendidikan dapat berkembang dengan baik.
Pertama-tama, beliau menyoroti masalah kesejahteraan guru atau tenaga pendidik. Menurutnya, kesejahteraan merupakan faktor krusial yang mempengaruhi kualitas pendidikan.
“Kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan itu harus jadi bahan perhatian kita semua,” tegas Sani, Selasa (20/2/2024).
Sani menekankan jika kesejahteraan guru tidak menjadi prioritas, maka kualitas pendidikan tidak akan dapat dipertanyakan.
Menurutnya kesejahteraan merupakan hal mendasar yang harus terpenuhi agar seseorang dapat memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
Selain kesejahteraan, masalah kedua yang perlu diperhatikan adalah fasilitas. Sani menyoroti pentingnya kelayakan fasilitas yang tersedia di setiap sekolah, mulai dari gedung, meja kursi, hingga sarana prasarana (sapras) yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
“Kita harus memperbaiki kerusakan yang ada di sekolah, termasuk soal kekurangan gedung itu juga harus diperhatikan. Penambahan gedung atau renovasi sekolah misalnya,” paparnya.
Fasilitas yang memadai menjadi kunci agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Hanya dengan lingkungan yang kondusif, kualitas pendidikan yang baik dapat diwujudkan.
Kemudian, yang menjadi fokus ketiga adalah keamanan sekolah dari bencana alam. Sani menegaskan pentingnya mengamankan sekolah-sekolah dari ancaman bencana, terutama banjir.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari rencana yang digagas oleh Komisi IV, yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Bagi saya dari tiga permasalah tadi, permasalahan yang inti itu kesejahteraan guru. Kita akan sulit bicara kualitas kalo gurunya ga sejahtera,” pungkasnya. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
