SAMARINDA – Kasus pembunuhan satu keluarga yang dilakukan oleh seorang pelajar di Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini mengejutkan dan menjadi perhatian pemerintah.
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menyoroti peristiwa ini dan mendesak pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap remaja, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba.
“Harus diperiksa apakah pengaruh alkohol saja atau mungkin juga pengaruh dari narkotika yang tidak kita ketahui,” ujar Sani pada Senin (26/2/2024).
Sani meminta pemerintah untuk bekerjasama dengan Badan Narkotika Kota (BNK) guna memperketat pengawasan terhadap narkotika di kalangan pelajar. Ia khawatir peristiwa serupa dapat terjadi di Samarinda, mengingat masih banyaknya pengguna narkotika di kota tersebut.
“Ada kampung narkoba di sini, ada gang narkoba, ada kecamatan narkoba juga di sini,” bebenya.
Menurut politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini narkoba masih menjadi masalah besar yang perlu diselesaikan di Samarinda.
Ia mendesak agar pemerintah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersinergi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kota.
Sani juga menginginkan pemerintah kota memberikan bantuan dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di semua kalangan, termasuk yang sudah terjerumus. Sebagai seorang akademisi pendidikan, ia berharap pemkot dapat membantu BNK dalam memberantas narkoba, terutama di sekolah-sekolah tempat remaja berkumpul. (ADV/DPRD Kota Samarinda)
